“Apa hipotesa lo itu benar, Andre?” “Iya, gak mungkin banget kan gue mengada-ada bukan? Ini hasil labnya, sekarang minggir dulu, gue harus memeriksa sesuatu lagi!” Angga menyingkir, memberi ruang pada Andreas untuk berkutat pada layar yang tadi berada di belakang Angga. Keduanya sedang berada di laboratorium rumah sakit, dengan segala benda yang berada di sana. Terlihat sekali banyak peralatan yang berjejer di sebelah kiri dan kanan Andreas. Tangan Andreas menekan tuts keyboard, memberikan perintah yang menghasilkan grafik-grafik di dalam layar. Angga mendekat, ikut membaca grafik dari data yang baru saja dimasukkan oleh Andreas—sang sahabat. Kursor diarahkan ke benda yang terlihat pipih, lalu beralih ke bagian panjang. Helaan nafas terdengar. Kali ini Angga kehilangan kata-kata, bagai

