67 ~ Jual Mahal

2078 Kata

“Masih tidak ada kemajuan, Nga?” “Na? Kapan masuk?” Angga yang sedang memeriksa layar monitor ICU yang menunjukkan perkembangan Rinaldy, menatap Nina yang masuk dengan wajah jauh lebih baik daripada tadi pagi. Sekarang sudah malam, dan wanita itu masih saja bersikeras untuk berada di ruangan Rinaldy. Sebenarnya Angga menyesal sempat menyetujui permintaan Nina yang menginginkan untuk berada di dalam satu ruangan yang sama dengan Rinaldy. Hanya saja, itu tidak terlalu baik, karena mungkin saja Nina terbawa pikiran terus menerus dan menjadikan wanita itu depresi, hanya itu yang Angga khawatirkan saat ini. Langkah Nina berhenti di tepi ranjang Rinaldy, seperti biasa, wanita itu pasti mengecup kening Rinaldy cukup lama. Merapalkan doa-doa, meminta agar lelaki itu segera sadar. Nina merinduka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN