68 ~ Lumpuh

2097 Kata

Nina POV “Ma, kenapa papa sadarnya lama banget?” Baru saja kami sampai di rumah sakit, lebih tepatnya di kamar Rinaldy, Abian sudah menanyakan hal itu. Rasa penasarannya sangat menggebu-gebu saat kami hampir setiap hari menemui Rinaldy dengan selang yang terpasang di tangannya, dengan mata yang terpejam. Kini lelaki kecil itu sudah berdiri di tepi ranjang, menarik sebuah kursi kecil dari arah ruang tamu dan menaikinya agar dia bisa melihat dengan jelas wajah Rinaldy saat ini. Tangan kecilnya maju, dan mengusap air mata Rinaldy. Aku juga pernah menemui Rinaldy menangis dalam tidurnya. Angga bilang itu wajar, karena itu adalah pertanda bahwa Rinaldy sedang berjuang di bawah alam sadarnya. Mungkin, ada beberapa kenangan menyedihkan yang terputar di memorinya, itu sebabnya dia sesekali meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN