Tidak ada yang mengalahkan keindahan pantai Jimbaran, bahkan dari balkon saja keindahan itu sudah kelihatan. Abian dan Anna sejak tadi pagi sudah bermain di pantai, tinggal Nina dan Rinaldy yang belum. Si ulet wanita itu baru bangun pukul 10, karena aktivitas panas mereka tadi malam. Sekarang, wanita itu tengah menatap keindahan itu dari balkon. Udara sejuk menerpa wajahnya. Sentuhan dari belakang, membuat Nina mengalihkan pandangannya. Mendapati Rinaldy yang tidak dengan kursi rodanya, membuat Nina panik. “Mas? Awas jatuh mas!” Kekehan Rinaldy terdengar merdu di telinga Nina. Dia berusaha menatap sang suami yang membalikkan kembali badannya, agar tetap menatap ke arah pantai. Pelukan di perutnya mengerat, membuat Nina merasa senang dan juga panik. Pagi tadi, Rinaldy mencoba untuk men

