Bab 29. Di Bawah Pengawasan Serigala Kesunyian di gudang logistik sektor barat terasa tidak wajar. Kinanti melangkah dengan sangat hati-hati, mematikan senter taktisnya dan hanya mengandalkan cahaya bulan yang menembus celah-celah terpal. Bau solar yang menyengat bercampur dengan aroma tanah basah. Di tangannya, sebuah kamera saku militer dengan kemampuan night vision siap digunakan. Pernyataan Arya beberapa jam lalu masih terngiang di kepalanya, seperti gema yang menyakitkan. “Jangan biarkan kecemburuanmu pada Naira mengaburkan profesionalismemu.” Kinanti menarik napas dalam, mencoba menenangkan detak jantungnya. Ia tidak sedang melakukan ini untuk membuktikan siapa yang benar di mata Arya. Ia melakukannya karena ia adalah seorang perwira logistik TNI. Sumpahnya adalah untuk memastika

