Bab 26. Dalam Pantauan

1206 Kata

Bab 26. Dalam Pantauan Dinginnya air sungai Cihideung terasa seperti ribuan jarum yang menusuk kulit Arya. Setiap langkah di atas batu sungai yang licin adalah perjuangan melawan arus dan kelelahan yang luar biasa. Namun, di depannya, Kinanti bergerak dengan keanggunan seorang predator yang terlatih. Ia tidak hanya mencari jalan, tapi ia juga menciptakan jalan. Sesekali, Kinanti berhenti, membiarkan Arya bersandar pada bahunya yang kokoh namun ramping. Dalam kegelapan total, hanya suara air yang menderu dan napas mereka yang saling bersahutan. "Sedikit lagi, Arya. Ada celah di tebing depan. Kita bisa keluar dari air di sana," bisik Kinanti. Suaranya terdengar sedikit gemetar karena hipotermia mulai menyerang, namun tekadnya tetap sekeras baja. Ketika mereka akhirnya mencapai tepian b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN