Hawa dingin dan tidak mengenakkan itu terasa sagat menusuk. Padahal, acara malam itu sangatla hangat dan ramai. Ilana adalah menjadi satu-satunya orang yang merasakan hal itu. Penyebabnya ialah, tatapan dari sang pemilik pesta yang sangat tidak menyenangkan untuknya. Ilana meremas lembut lengan Liandra saat laki-laki itu mengajaknya untuk mendekati Rebeca. Liandra ingin memberikan ucapan selamat karena setelah itu ia ingin langsung pergi dari tempat acara. "Sekali lagi, selamat. Pesta lo seru banget," puji Liandra saat keduanya kini sudah berdiri di hadapan Rebeca yang diapit oleh para sahabat wanitanya. "Thanks, Andra," balas Rebeca dengan lembut. Tak lupa mengulas senyuman manisnya. Membuat Ilana sedikit merasa terheran namun dengan cepat ia mampu menguasai diri. "Selamat ulang tahun

