bc

Ilona, dan Ceritanya

book_age16+
788
IKUTI
5.6K
BACA
love-triangle
possessive
one-night stand
second chance
CEO
boss
drama
bxg
office/work place
virgin
like
intro-logo
Uraian

Warning!!! Terdapat beberapa part dewasa. BOCIL MINGGIR

Please tap love and follow karena love dan follow itu Geratiiisss!!!

Perpisahan menjadi pilihan terakhir yang dimiliki Adnan Rafiq dengan Aulia, istrinya. Adnan memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Jogjakarta dengan membawa salah satu putri mereka. Sementara Aulia masih menetap di Jakarta bersama putrinya yang lain.

Membuat Ilana Caera Rafiq dan Ilona Aera Rafiq harus terpisah sejak mereka belum mengenal satu sama lain. Ilana tinggal bersama sang ibu sementara Ilona mengikuti sang ayah.

Tahun demi tahun berlalu, keduanya tumbuh menjadi gadis cantik dengan watak yang berbeda. Ilana yang sangat metropolis yang baik namun sedikit keras kepala sementara Ilona adalah gadis yang lemah lembut dan penurut.

Ketika sama-sama menginjak usia 25 tahun, Ilona meminja izin pada sang ayah untuk pergi ke Jakarta menemui sang ibu.

Pada saat itu pula, terjadi suatu hal yang membuat Ilana pergi. Tepat beberapa minggu sebelum hari pernikahannya dengan Liandra.

Polemik mulai muncul karena semua orang menyangka Ilona adalah Ilana. Terutama Liandra yang belum bisa menerima kepergian Ilana.

Hanya satu orang yang mengerti jika gadis itu adalah kembaran Ilana, Dimas. Yang membuat semakin rumit ialah karena Dimas ternyata menyukai Ilona, sementara Ilona menyukai Liandra yang masih sangat mencintai sang kakak.

Kesalahpahaman yang terjadi membuat Ilona memutuskan untuk kembali ke Jogja, tepat pada saat ayah dan ibunya memutuskan untuk kembali bersama. Hingga akhirnya membuat Liandra menyadari perasaannya yang sesungguhnya terhadap adik kembar dari calon istrinya yang telah pergi.

Cr. cover by @BylizArt

chap-preview
Pratinjau gratis
1. DIVORCED
Ketukan palu hakim menjadi penanda dikabulkannya permohonan dari Adnan pada istrinya, Aulia. Setelah melalui perdebatan yang panjang dan alot, jalinan rumah tangga yang sudah berjalan selama 3 tahun itupun akhirnya kandas. Aulia yang tidak bisa memenuhi tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dan istri menjadi alasan kuat Adnan menggugat cerai wanita yang telah memberinya dua buah hati kembar tersebut. Ilana Caera Rafiq dan Ilona Aera Rafiq, kedua putri kembar buah cinta mereka yang di awal kehadirannya membuat kebahagiaan seolah enggan pergi dari pasangan suami istri tersebut. Setelah penantian dan usaha keras selama kurang lebih 2 tahu, Tuhan dengan sangat baik memberikan mereka 2 anugrah sekaligus. Namun, rupanya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Semua dimulai dari beberapa bulan yang lalu. Ketika usia si kembar baru menginjak umur 3 bulan, Aulia memutuskan untuk kembali bekerja penuh di butik. Aulia beralasan, ia tidak bisa meninggalkan butik terlalu lama. Adnan tentu saja menolak keras permintaan istrinya itu. Menurutnya, Aulia masih bisa memantau perkembangan bisnis butiknya tanpa harus bekerja secara penuh. Terlebih, bayi mereka masih sangat membutuhkan ibunya. Yang menjadi permasalahan bagi Adnan, Aulia seringkali meninggalkan kedua bayinya dan hanya mempercayakan pada para pengasuh. Hampir setiap hari Aulia selalu pulang di atas jam 7 malam. Tentu saja Adnan sangat marah mengetahui fakta tersebut. Menurut Adnan, seharusnya Aulia memprioritaskan kedua putri mereka karena untuk kebutuhan rumah tangga, Adnan lebih dari sanggup untuk memenuhinya. Namun Aulia sangat keras kepala dan memilih membantah pada sang suami. Aulia menambahkan, ia merasa kurang puas jika tidak terjun sendiri secara langsung. Aulia bahkan bersikeras kedua anaknya baik-baik saja saat dijaga oleh pengasuh. Dan untuk ASI, Aulia memilih memompa dan memberikannya melalui dot. Berbulan-bulan keduanya mencoba untuk berbicara dengan kepala dingin, namun tak kunjung menemukan solusi terbaik. Aulia masih saja keras dengan pendiriannya. Adnan sendiri tidak mengerti apa yang menyebabkan istrinya begitu keras kepala untuk tetap bekerja. Padahal menurutnya, ia sudah memberikan dukungan sepenuhnya pada sang istri. Adnan tidak pernah membiarkan Aulia merasa sendirian dalam merawat dua malaikat kecilnya. Sebisa mungkin, Adnan selalu membantu mengurus si kembar bahkan ketika Ilana dan Ilona menangis, Adnan berusaha menenangkan mereka. Kecuali jika benar-benar sudah tidak mampu, baru Adnan akan menyerahkannya pada Aulia. Bukannya Adnan bermaksud tidak mengizinkan Aulia untuk bekerja kembali, namun pada waktu itu kedua putri mereka memang sangat membutuhkan ibunya. Adnan akan dengan senang hati mengizinkan Aulia kembali bekerja sepenuhnya, jika pada saat itu Ilana dan Ilona sudah bisa ditinggalkan. Paling tidak, hingga mereka berusia 2 tahun. Toh, Aulia mengelola butik miliknya sendiri, bukan menjadi pegawai di kantor milik orang lain. Usai menuntaskan segala urusan persidangannya, keduanya melangkah meninggalkan ruangan tersebut. Adnan memilih keluar terlebih dahulu sebab ia tidak sanggup jika harus bertatapan lama dengan wanita yang kini sudah berganti status sebagai mantan istrinya. Adnan masih sangat mencintai Aulia, namun sikap Aulia benar-benar membuatnya kesal. Kaki Aulia menyusul langkah Adnan tak lama kemudian. Berbeda dengan Adnan yang sendirian, Aulia masih ditemani oleh sang ibu, Pratiwi. Meskipun jujur jauh di dalam lubuk hatinya, Pratiwi ikut merasa sedih atas apa yang menimpa rumah tangga putrinya. Namun Pratiwi tidak bisa berbuat banyak sebab mendengar penjelasan Adnan membuatnya mengerti jika dalam hal ini emang putrinyalah yang bersalah. Tetapi meskipun begitu, Pratiwi tak lantas menyalahkan Aulia. Saat ini yang dibutuhkan Aulia hanyalah dukungan tanpa tuduhan kesalahan. Mungkin memang ikatan jodoh anak dan menantunya harus berakhir sampai di sini. Pratiwi hanya berharap apa yang terjadi saat ini membuat Aulia bisa berpikir lebih dewasa nantinya dan bisa mengesampingkan keegoisan dirinya. Satu hal yang menjadi perhatian Pratiwi ialah faktor usia Aulia yang masih terlalu muda, mungkin menjadi penyebab mengapa putrinya itu begitu keras hingga berani membantah suaminya. Di usianya yang baru menginjak angka 24 tahun, Pratiwi sangat memahami jika Aulia masih menginginkan kehidupan yang bebas. Tetapi tetap saja itu tidak bisa dibenarkan sebab Aulia sendiri yang memutuskan menikah saat usianya menginjak 21 tahun. Yang menjadi kekhawatiran terbesar Pratiwi saat ini adalah kehidupan kedua cucunya yang masih berusia 7 bulan. Hak asuh keduanya jatuh ke tangan Adnan. Kalau Pratiwi boleh egois, ia sungguh tidak rela jika harus terpisahkan dari kedua cucunya yang sangat menggemaskan itu. Dua bayi yang menjadi salah satu sumber kebahagiaannya. Namun kembali lagi, hakim memiliki dasar yang sangat kuat kenapa hingga hak asuh itu diberikan pada Adnan. “Ibu, maafkan Aulia,” ucap Aulia lirih ketika keduanya memasuki mobil. “Ibu maafkan kamu, Nak. Dari awal Ibu tidak menyalahkan kamu. Hanya saja Ibu harap, kamu bisa mengambil pelajaran penting atas apa yang terjadi saat ini. Saat kamu sudah memutuskan untuk menjadi istri dan ibu, jadikan keluarga sebagai prioritas kamu.” “M-maaf, Bu. Maafkan Aulia yang terlalu egois,” ucapnya kembali dengan terbata. “Ya sudah. Lebih baik sekarang kita pulang dulu supaya kamu bisa menenangkan diri kamu. Jangan khawatir, Ibu akan selalu ada di sisi kamu,” balas Pratiwi sambil memeluk erat sang putri. Mobil putih itu perlahan melaju membelah padatnya jalanan ibukota. Tentu saja Pratiwi membawa sopir untuk hari ini. “Ibu, Aulia ingin pulang ke rumah dan bertemu dengan anak-anak.” “Nanti kalau kamu sudah lebih tenang, Ibu akan antar kamu. Untuk sekarang, kamu tinggal dengan Ibu dulu, ya. Kamu mengerti bukan kalau saat ini kamu dan Adnan sudah tidak boleh tinggal dalam satu rumah?” Aulia mengangguk pelan membenarkan ucapan sang ibu. Sekarang, ada penyesalan yang terasa bercokol di dalam hatinya kenapa ia tidak memperjuangkan rumah tangganya dan justru seringkali membantah Adnan. Ia bahkan dengan entengnya mengiyakan ajakan Adnan untuk berpisah tanpa memikirkan resiko seperti ini yang akan dihadapinya. Sementara Adnan juga segera pulang ke rumahnya untuk menenangkan diri. Menghabiskan waktu bersama kedua buah hatinya akan menjadi hal yang mampu menghilangkan segala rasa sedih dan rasa bersalahnya. Meskipun pada saat yang bersamaan, bayang-bayang kenangannya bersama Aulia ia yakini juga pasti akan bermunculan di sana. Begitu sampai di rumah, Adnan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju. Tentu saja dia harus melakukan hal itu sebelum menyentuh kedua putrinya. Usai dengan segala urusan pribadinya, Adnan segera memasuki kamar si kembar dan menghampiri kedua bayi lucu yang sedang terlelap itu. Tadi saat baru sampai rumah, sang asisten rumah tangganya sudah memberitahu jika bayi itu sudah tidur selama 2 jam. “Asslamualaikum, Anak-anak Ayah,” sapa Adnan sambil mengecup lembut pipi Ilana dan Ilona secara bergantian. Adnan hanya mampu memberikan sapaan sependek itu. Hatinya terasa berdenyut nyeri manakala kenangan bersama istrinya kini seolah muncul di hadapannya. Satu per satu memori indah itu bermunculan, seolah memberikan Adnan flashback mengenai cerita perjalanan cinta mereka. Terlebih, wajah kedua putrinya yang terlihat sangat mirip Aulia saat sedang terlelap seperti saat ini. Air mata Adnan perlahan menetes, menangisi kehancuran rumah tangganya serta kegagalannya sebagai pemimpin rumah tangga. Adnan tidak sepenuhnya menyalahkan Aulia karena ia tahu, kesalahan Aulia merupakan bentuk ketidakmampuan dirinya dalam membimbing istrinya tersebut. Adnan kemudian menyusut air matanya setelah merara sedikit lebih tenang. Lantas membaringkan diri di sisi Ilana. Adna ingin menyusul kedua putrinya yang masih asyik terlelap. Seulas senyum terbit di bibirnya. Melihat keduanya anaknya benar-benar menjadi obat yang manjur untuk meredakan kekalutan hatinya. Sudah cukup untuk hari ini. Adnan harus menyiapkan diri untuk menghadapi esok hari yang pasti akan jauh lebih berat. Tidak masalah, selama ia memiliki Ilana dan Ilona, Adnan yakin ia akan mampu melewati semuanya.  

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Perfect Marriage Partner

read
821.3K
bc

Long Road

read
148.3K
bc

DIA UNTUK KAMU

read
39.9K
bc

My Boss And His Past (Indonesia)

read
238.4K
bc

My Sweet Enemy

read
49.2K
bc

Rewind Our Time

read
168.7K
bc

Jodoh Terbaik

read
183.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook