“Nai…” panggil Adia turun dari pangkuan Melanie dan menghampiri nenek nya. Kedua anak-anaknya meninggalkan Revano dan Melanie yang masih berada di taman samping. Revano bangun dari duduknya, kedua matanya tak lepas melihat kedua anaknya yang pergi meninggalkannya. Melanie pun bangun dari duduknya setelah menghela dan membiarkan Revano untuk sendiri. Putrinya marah pada Revano karena Adia tengah sakit butuh papihnya, namun sang papi tak kunjung datang hingga kini Adia kembali sehat dan sangat membenci papi nya. “Tunggu.” Revano menghentikan langkah Melanie yang pergi ikut meninggalkannya. Melanie berbalik badan pandangi suaminya. “Apa ini yang kau lakukan pada suamimu yang baru pulang?” “Aku pergi karena akan membawakanmu minum.” “Itu saja?” Melanie menghembuskan napas lirih.

