“Rev…” panggil Melanie seraya masuk ke dalam kamarnya. “Kamu di mana Rev?” panggil Melanie lagi. Ia berjalan lebih dalam lagi ke kamar pribadinya. Namun di sana tidak nampak keberadaan Revano. “Apa Revano masih mandi? Lama sekali,” ucap Melanie pada diri sendiri. Ia berbalik badan untuk menuju walk in closetnya. Namun, langkahnya terhenti saat kedua netranya menangkap pria yang sedari tadi ia cari. Revano baru saja keluar dari walk in closet dengan tubuh yang terlihat basah bersamaan dengan darah yang menetes berjatuhan dari sela-sela jemari Revano. Melanie pandangi Revano yang tersenyum kecil menatap dirinya. “Tanganmu kenapa?” Melanie mendekat setelah menghela napas. Ia menarik dengan lembut pergelangan tangan Revano untuk duduk di tepi sofa. Dipandanginya sebelah tangan Reva

