Revano membiarkan Melanie dan Aluna berbicara di halaman belakang. Dipandangi kedua wanita itu dengan ekspersi berbeda. Terlihat jelas wanita yang mengenakan daster berwarna pink itu telihat ketakutan dan satunya lagi nampak canggung meski terlihat pembawaanya selalu santai. Tapi ketahuilah meski terlihat santai, tapi jauh di sana wanita itu menahan luka. Melanie menatap wajah pucat Aluna. “Sebenarnya kamu ada apa datang ke sini untuk bertemu denganku? Apa kamu akan bilang agar aku meninggalkan Revano?” tanya Aluna menatap wajah cantik Melanie yang nampak santai tidak seperti dirinya penuh ketakutan. “Inginnya sih begitu! Aku ingin kamu meninggalkan suamiku. Tapi kesananya aku ini terlalu jahat karena mengingat kamu pun istri yang di nikahi Revano sekalipun secara siri!” “Lalu tujuan

