80. Anakku Tersayang

1993 Kata

Naomi dan Fahlefi sudah sampai di panti asuhan. Pikiran mereka berdua sama yaitu memikirkan keadaan Lea. "Lea, Ini Bunda sayang buka pintunya. Lea jangan nangis sendirian, kalau mau nangis sama Bunda aja sayang." Lea mendengarkan suara Bundanya dan membuka pintu dan langsung memeluk Bundanya. Tangisan itu pecah lagi dan sungguh menyayat hati semua orang mendengarnya. "B—bunda..." terdengar sangat lirih sekali. "Iya sayang, udah jangan nangis lagi Bunda disini sayang." Naomi bisa merasakan tubuh anaknya bergetar seperti ketakutan. Naomi mencoba menenangkan anaknya. Ini tidak sesederhana yang orang kira. Ini bukan tangisan anak-anak yang menye-menye yang tidak dibelikan mainan oleh orang tuanya. Ini tangisan Anak perempuannya yang menahan kesedihan dalam hati yang paling dalam yang sud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN