"Apakah mereka menyiksa Bunda seperti ibu tiri yang menyiksa anak tirinya seperti yang ada di dalam dongeng yang Lea baca itu Bun ?" Naomi benar-benar di buat speechless sama Lea apa yang di tanyakan semua mengarah semuanya. "Iya, tapi Bunda sudah memaafkan semuanya. Kalau boleh ada pilihan Bunda tidak ingin bertemu dengan mereka lagi apalagi melihat wajah mereka. " Naomi refleks meremas tangannya karena kejadian itu masih terngiang-ngiang hingga menghantam pikiran dan hatinya. Lea memeluk Bundanya kemudian mengusap lembut punggung Naomi dengan tangan kecil itu. "Maafkan Lea yah Bunda karena sudah memaksa Bunda untuk cerita yang menyakitkan itu." "Pasti sakit banget ya Bun, tanpa ada siapapun yang membatu Bunda." Air mata Naomi mengalir begitu deras tanpa bisa dicegah. "Ah seharusnya

