Pak Narto menggulung kabel mesin cukurnya. Gunting, sisir, sikat dan apron penutup badan sudah masuk semua ke dalam kotak. Hanya cermin dan kursi lipat yang tidak bisa masuk kotak. Heru nampak keheranan. Lho, kok. Sudah beres-beres, Pak. Apa sudah tutup? ”Iya nih, maaf saja. Tangan saya lagi sakit, bengkak kejepit pintu Engine Room tadi siang.” Pak Narto menunjukan sekilas pergelangan tangan kanannya yang memblendung seperti habis fitness. ”Saya tidak bisa memaksakan. Selain tangan saya semakin sakit, saya juga takut hasil cukurannya nanti tidak bagus.” Orang-orang yang datang hendak mencukur nampak kecewa. Hanya ada dua orang di kapal itu yang mempunyai side job membuka Barber Shop. Kalau yang satu tutup, sudah pasti di tempat yang lain bakalan terjadi antrian panjang. Heru masih be

