Raga memandu jalan seperti biasa sedangkan Ita mengekor di belakang. Perjalanan lumayan jauh ke gerai ternama ini tidak menghasilkan apapun, Mereka berjalan keluar tanpa membawa satu pun paper bag. Saat melewati beberapa gerai Ita mendapati sepasang cincin terpampang di etalase. Memorinya terbuka lagi di masa itu. Cincin dengan design sama yang pernah melingkar di jari manis Ita sebagai bukti ikatan suci pernikahan mereka. "Kenapa?" tanya Raga yang heran dengan berhentinya Ita. "Nggak apa-apa," saut Ita kemudian melangkah lagi. Mereka melajukan mobil kembali. Menuju tempat dimana Ita bisa tersenyum bahagia melihat jajanan-jananan ringan pinggir jalan. "Nah, di sini tempatnya. Bapak nggak pernah kesini kan?" tanya Ita sumringah. Ia tidak sabar mencoba satu per satu jajanan yang ada.

