"Gimana? Mau dibawa ke rumah sakit sekarang?" ucap Zio yang masih setia menunggu setelah kedatangan Ita. "Dianya nggak mau. Takut disuntik katanya." "Haha. Cupu emang. Badan doang gede." "Emang Zio nggak takut disuntik?" selidik Ita. "Yaa. Takut sih. Tapi kalau yang nyuntik cantik kayak Ita bisa dibicarakan baik-baik. Hehe." "Pergi lo makhluk abstral!" Sebuah suara menginterupsi interaksi mereka bersamaan dengan itu bantal sofa melayang tepat mengenai wajah Zio. "Njing! Lo ditolong malah ngelunjak!" gertak Zio tidak terima. "Hes. Kok keluar sih. Udah sana tiduran lagi," seruduk Ita. Melihat ia berdiri aja mampu membangkitkan rasa khawatirnya. "Iya! Takut bener pacarnya di apa-apain. Gue masih punya akhlak kali," gerutu Zio. "Makanya gue keluar. Karena gue tau akhlak lo menguap ka

