"Pa! Kenapa Papa lakuin itu sih?! Memang kita kekurangan uang sampe harus jual rumah nenek?!" "Nak, hei. Dengerin Papa dulu..." "Dari dulu Papa nggak sayang sama Nenek kan?! Papa milih merantau ninggalin Nenek. Padahal Papa itu anak tunggal!" "Sayang. Hei..., kendalikan dirimu." Saut suara wanita yang tak lain Sang ibu. "Ma..., tiap liburan semester aku selalu pulang ke tempat Nenek. Karena aku pingin temenin Nenek. Kasian Ma...., Nenek tinggal sendiri. Kita yang keluarga tapi kenapa Nenek harus diurus sama perawat lansia sih?!" "Kita bahkan nggak dampingi Nenek di akhir hayatnya. Hiks...." "Nak---" "Papa emang selalu ngambil keputusan mendadak tanpa ngerti perasaan orang!" "Papa egois!" BRAK! Rizel kembali ke waktu sekarang setelah pikirannya disita oleh pemberontakan terhadap k
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


