Bruk! Napasku terasa berat, ditandai dengan pergerakan d**a yang naik turun. Setelah beberapa kali mengeluarkan jurus, akhirnya Hanna berhasil kukalahkan. Di mana hal itu ditandai dengan pukulan telapak tangan Hanna di matras, ketika aku sukses membuat Hanna rubuh sekaligus mengunci seluruh pergerakannya. Mr. Wang pun meniupkan peluitnya seiring dengan suara tepuk tangan dari para murid di kelas olahraga hari ini. Kemudian lelaki itu melangkah mendekati kami, ketika aku memutuskan berdiri sambil mengulurkan tangan untuk membantu Hanna. Namun, niat baikku terabaikan saat Hanna menepis tanganku sembari memakiku. Well, she said that I'm a b***h. Jujur saja jika aku tidak tahu bagaimana situasinya saat ini, bisa kujamin bahwa gadis itu akan kesulitan bicara keesokan harinya. Dan ... yeah,

