"Are you ok, Aiden?" Aku berdiri di pinggir sungai, kurang lebih semenit setelah Aiden sukses menceburkan dirinya di genangan air setinggi lutut. Ya, sebenarnya memang setinggi lutut. Namun, karena Aiden jatuh dalam keadaan terduduk akibat seekor katak yang lompat ke wajahnya, maka seluruh tubuh lelaki itu pun berhasil basah kuyup. Dan meskipun ia adalah cowok yang diam-diam aku sukai, tetap saja bahwa kenyataan sangatlah kejam. Aku tidak bisa menahan tawaku lagi, bahkan terdengar terpingkal-pingkal hingga jika tanah ini kering, dapat dipastikan aku akan tertawa sambil berjongkok serta memegang perut. "Oh my God, seharusnya aku merekammu sebagai kenang-kenangan dan selamanya akan menghibur di kala suntuk." "Kalau begitu rekam saja." Aku menggeleng, sambil menyeka sedikit air mata di su

