66 - Rebutan Faira

1777 Kata

Anton berjalan tegap, menyusuri lorong rumah sakit diikuti oleh dua lelaki bertubuh tegap dalam setelan hitam. Anton memperbaiki posisi lengan kemejanya, sembari mendengarkan penuturan dari salah seorang bodyguard-nya yang memberitahukan kondisi si putra tunggal. Ia baru sempat datang berkunjung sore ini, setelah dikabari bahwa anaknya sudah sadar. "Oke. Kalian tunggu di depan pintu. Jangan biarkan siapapun masuk—bahkan dokter sekalipun—sebelum memberitahu saya." Anton memberikan titah dingin, baru mendorong gagang pintu yang terbuat dari besi hingga terbuka lebar. Tubuh tegapnya diselipkan di sana, sontak mendapat sambutan tatap tidak suka dari seseorang di atas ranjang pasien sana. "Apa kabar, Tyler?" sapa Anton, dengan nada hangat. Namun ia tidak mendapatkan tanggapan apa pun selain

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN