Udara hangat yang Faira embuskan panjang bercampur dengan dinginnya cuaca malam. Gadis itu tengah duduk di kursi panjang belakang rumah Faira, bersama Akmal. Sengaja memilih tempat sepi, karena rumah mereka ada keluarga masing-masing. Faira enggan memberitahukan masalah yang ia hadapi di rumah sakit sore tadi kecuali pada Akmal. "Menurut kamu gimana, Mal? Aku jadi makin nggak enak sama Steve sekarang." Gadis itu menutup ceritanya dengan meminta pertimbangan, sembari menoleh pada Akmal yang sibuk menyantap baksonya. Sementara Faira juga turut menikmati ice cream-nya. "Kalau aku nyerah sama dia sekarang, aku khawatir dia nggak punya kesempatan lagi buat deket keluarganya." "Kalau menurut kamu, kamu harus gimana?" "Ya ... kan aku tanya kamu, Mal! Kalau aku tau harus ngapain, ya aku nggak

