Part 57 Berkhianat?

1317 Kata

"Papa." Cais tergesa memasuki ruang kerja ayahnya, begitu beliau sampai ke rumah. "Mana mamamu?" Ayahnya bertanya. "Mama di kamar, tampaknya mama sangat kepikiran karena dia jadi lemas dan sekarang tertidur." Prabu mengangguk-angguk, "Baguslah, yang akan papa katakan ini, mungkin tidak ingin didengarkan oleh mamamu." "Pa." Cais berkata dengan nada tidak sabar. "Aku menemukan surat yang ditinggalkan oleh Bang Cato." "Surat?" Prabu mengerutkan kening. "Ya, aku belum mengatakan ini pada siapapun. Karena, aku juga nggak mengerti." Cais menunjukkan surat pada ayahnya. Prabu kemudian membacanya, kemudian dia menghela napas lalu menyisir rambutnya. "Oh Astaga. Kenapa Cato ingin menikah kalau nggak ingin berkomitmen?" "Pa, terakhir aku bertemu dengan abang, dia begitu menegaskan kalau di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN