Setelah pertemuan dengan Gunawan pikiran Cato semakin berkecamuk. Dia memutuskan untuk menelepon atasannya untuk meminta izin karena ada keperluan pernikahan. Cato terpaksa berkata kalau itu adalah untuk keperluan pernikahan, dia membaca buku catatan yang ditinggalkan oleh ayah kandungnya. Perasaannya tak dapat diungkapkan ketika dia membaca kata-katanya, dia bisa merasakan kekalutan pria itu sekalipun dia tetap tegar. Dia bercerita, bagaimana tiba-tiba dirinya yang begitu diandalkan di kantor berubah menjadi tidak ada apa-apanya hanya karena sebuah telepon. Juga bagaimana istrinya Fatma tidak percaya kepadanya ketika dia ingin mengatakan sesuatu tentang Prabu, beruntung mereka saling mencintai sehingga saat kondisi ayahnya terpuruk hubungan mereka malah semakin dekat, mereka berbagi d

