Cato memandangi dua wanita yang dia cintai, ibunya Fatma, dan calon ibu dari anak-anaknya, seandainya Tuhan menghendaki yaitu Indi. Mereka sedang mendatangi butik milik designer ternama di Kota Yogyakarta. Waktu satu bulan membuat Indi dan Cato kesulitan memesan seragam pengantin, tetapi dengan relasi dari ibunya yang merupakan pelanggan lama, akhirnya sang designer bersedia membuat gaun untuk Indi dengan catatan Ibu Cato akan memberi tambahan fee untuk karyawan yang lembur. Indi saat mereka menikah nanti, kalau bahasa orang pastilah Indi manglingin. "Ngeliatin gitu banget." Ibunya menggoda. "Mama." Cato tertawa. Tadinya mereka mau datang berdua saja hanya saja appointement yang dibuat dengan desainer melalui ibunya, sehingga Indi berkata pada Cato tidak masalah kalau ibunya bisa iku

