Part 62 Rekayasa

1544 Kata

Indi terburu-buru menelepon Cais, "Cais, apa kamu masih menyimpan surat yang ditinggalkan Cato kemarin?" Cais tidak menjawab di seberang, dia hanya diam. "Cais, please, aku butuh melihatnya lagi." Indi ingin memastikan firasatnya, tidak, ini bukan sekedar firasat. Tapi keyakinan, Cato bukanlah tipe orang yang menutup-nutupi sesuatu. Seandainya dia memiliki mantan pacar sebelum Indi dia pasti menceritakannya. Cato bersikap terbuka selama ini, justru Indilah yang kadang terkesan menutupi persoalan pribadinya. "Ya." Akhirnya Cato menjawab. "Cais?" "Oke, nanti aku akan datang ke rumah kamu, membawanya, apa ada sesuatu?" Cais bertanya. "Aku akan mengatakannya nanti, saat kamu di rumah." Laura memandangi putrinya, dia seketika berubah jadi lebih bersemangat. Semburat merah terlihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN