Indi bersenandung sambil menyiapkan bumbu-bumbu masakan, dia sengaja bangun jam setengah lima subuh hari ini. "Eh, anak gadis ibu, rajin banget." Laura berdiri di samping Indi dan melihat apa yang sedang Indi lakukan. "Jadi masak gulai ususnya?" Indi mengangguk, sebenarnya keterampilan masak Indi sekarang sudah makin terasah. Sejak ibunya sakit dulu, Indilah yang selalu memasak. Laura menggoda Indi lagi, semenjak bekerja sudah sangat jarang Laura melihat Indi memasak di dapur dengan bahan-bahan yang komplit dan cukup rumit. Kali ini, Indi memasak makanan yang di idamkan oleh Tante Fatma, ehm ... calon mertuanya. Indi berpikir kalau mungkin, Tante Fatma ingin memakan makanan rumahan. Lagipula, Cato telah menjelaskan kalau pembantu rumah tangga di rumah keluarga Astartalis tidak bisa me

