"Mau tambah Kak?" Elard yang baru saja meneguk minumannya, segera menggelengkan kepala sebagai jawaban. "Kak El, nggak capek?" Elard kembali menggeleng, "ternyata seru juga tanam padi. Tapi pinggangku sakit, harus bungkuk cukup lama. Hebat ya mereka. Bisa tanam padi sebanyak itu, di sawah yang luas. Mana rapi, nggak kayak aku, malah nggak beraturan. Untung sawahnya punya Pak Slamet. Bukannya diomelin, si bapak malah ngakak. Tapi anaknya yang cemberut." Anin tersenyum melihat antusias Elard di saat bercerita tentang pengalamannya menanam padi. Hal yang sejujurnya cukup mengejutkan. Karena Elard tak sungkan untuk mencoba banyak hal. "Kok bajaknya nggak pake kerbau ya? Dulu pas SD, kadang baca cerita soal sawah yang dibajak dengan kerbau." "Kayaknya sekarang udah jarang Kak. Sebagian b

