82. Tak Ada Ampun

1741 Kata

"Mbak Anin kan cuti Mas. Bibinya meninggal." Ucapan salah seorang rekan kerja Anin itu terus bergentayangan di kepala Gavin. Sudah lebih dari sepuluh menit. Tapi dia bertahan di dalam mobil yang masih terparkir di toko kue Nara. Sekujur tubuh Gavin tiba-tiba lemas. Mendengar kabar yang membuatnya nyaris menjadi batu. Karena sulit bergerak. Pegawai toko yang menjawab pertanyaannya tentang keberadaan Anin bahkan terheran-heran. Sampai kemudian memilih undur diri karena harus melanjutkan pekerjaannya. Meninggalkan Gavin yang masih berdiri bak raga tanpa jiwa. Mendapati sosok yang dicarinya tak ada. Gavin akhirnya menyeret langkah menuju pintu keluar. Dan sampai sekarang, justru mendekam di dalam mobilnya. Bi Ningrum meninggal? Pertanyaan tersebut terus terngiang. Menjambak rambut,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN