Mengemudikan mobilnya dengan santai, Justin mencuri pandang kearah Anin yang duduk di sampingnya. Bibirnya berkedut melihat ekspresi gadis itu, "tegang banget sih, kayak mau ketemu calon mertua?" Guraunya yang membuat Anin terbatuk. Berdeham untuk meluruhkan gugup, Anin menoleh pada pria yang bersikeras menjemputnya. Padahal, dia sudah siap pergi dengan dua pegawai lain yang kini mengekor di belakang menggunakan mobil milik Panca, dan membawa pesanan cupcake dari Justin. Tapi, dia sendiri justru terdampar di mobil pria itu. "Mobilnya sesak sama box isi cupcake, Nin. Udah, lo ikut gue aja. Lagian, udah terlanjur jemput ke sini." Bujuk Justin, saat Anin berusaha untuk tetap pergi bersama dua rekan kerjanya yang nanti akan ikut mengantar pesanan. "Iya, Mbak Anin sebaiknya ikut si Masnya aj

