Clara berlari ke luar dari rumah setelah mengatakan dengan begitu tegas, Diego terdiam mematung hingga akhirnya mengejar sang istri tanpa mempedulikan akan perempuan yang mencegahnya dan seketika dihempaskan. Menuruni dua anak tangga di teras rumah, melihat Clara sudah menyusuri halaman dan ia pun segera mengejar lebih cepat. Menarik lengan seketika ia bisa menyusul, berbalik badan hampir terjatuh perempuan langsung ia tahan pinggangnya. “Kamu gila?! Kamu sedang hamil, jangan berlari seperti itu! Kamu lupa apa yang dikatakan dokter?!” bentak Diego masih tetap menahan pinggang juga lengan, sampai Clara membebaskan tubuhnya kasar. “Aku membencimu!” tekan Clara pada kalimat seraya meloloskan diri. Diego menatap kedua matanya, mengeratkan gigi dalam bibir tertutup rapat. “Sekali saja, bisak

