Tiba di kantor Diego, Clara mengetuk pintu dan masuk ke dalam setelah mendengar suara tanpa pernah diketahui siapa yang datang. Tak ada lagi fabian yang sudah ke ruangannya sendiri, Daniel pun tidak ikut megantarkan peremouan diminta untuk menutupi wajah dengan rambut saat berjalan ke ruangan Diego. Lelaki tengah berbaring di sofa panjang ruangannya itu, seketika berdiri ketika melihat siapa yang datang. Semula, ia berpikir jika itu adalah fabian atau pegawai yang baru saja diminta untuk mengirimkan beberapa dokumen dari kerja sama dengan salah satu orang tengah dicarinya. “Kau?” tak menyangka lelaki dengan mata menelisik. Diego terkejut bukan main melihat wajah Clara penuh luka, baru kali ini dia melihat wajah itu sangat jelas dengan setiap luka pada wajah. “Apa Anda akan menikah? T

