Clara mengutarakan semua isi hati, tak disadari jika Diego juga ada di ruangan sama dengannya. Fabian melihat lelaki baru saja menyegarkan diri itu berdiri dengan kepala tertunduk, menyimak pembicaraan dalam air mata yang terdengar sangat pilu. Daniel pun melihat hal sama, hanya saja ia mengalihkan lebih cepat. "Jangan banyak beban pikiran, semua pasti akan menemukan jalan keluarnya sendiri. Papa pergi dulu," ucapnya ingin memberikan kesempatan pada Clara dan Diego bersama. "Hm, papa juga harus banyak istirahat. Cepat pulih dan jangan datang kemari sebelum waktunya papa keluar dari rumah sakit," tutur Clara. "Kamu melarang papa datang? Apa itu baik menurutmu?" mengkerut kedua alis Daniel. "Itu demi kebaikan papa. Aku tidak ingin kalau sampai papa sakit, nanti siapa yang akan menjagaku d

