Tiba di rumah setelah menempuh perjalanan dengan kecepatan tinggi, Diego tidak bisa untuk menggunakan kecepatan rendah, karena memang kendaraan sudah memiliki standar kecepatan sendiri. Berhenti di depan rumah, dokter terlihat bersama pelayan lain. Lelaki yang tak hentinya menggerutu dalam hati tentang kondisi roda mobilnya itu, bahkan sempat berpikir untuk membeli pickup demi mengantarkan Clara ke mana pun ia pergi. Sejenak saja ia tidak bisa berhenti untuk tidak mengomentari tubuh sang istri, entah itu dalam hati atau ucapan lirih. Perempuan lebih sering menunjukkan ekspresi meringis kesakitan selama perjalanan itu, dapat mendengar pasti apa dikatakan oleh lelaki di balik kemudi yang sesekali melirik dirinya. Pintu dibukakan oleh bodyguard, Clara langsung turun tanpa menunggu suaminya l

