Di dalam kamar, Fabian tak langsung memejamkan kedua mata. Bayang akan seorang perempuan cantik pernah mengkhawatirkan dirinya dengan meletakkan kepala di atas pangkuan, kembali menghiasi benak. Fabian tersenyum, tapi penyesalan hadir menyusup tanpa diizinkan. Andai saja waktu itu bisa untuk ia putar kembali, pasti ia akan kembali pada masa di mana Clara menolong dirinya dan tak akan pernah melepaskan. Walau mata kala itu sayup-sayup di dalam perjalanan, namun Fabian dapat mengingat jelas seperti apa kecemasan ditunjukkan. Walaupun Clara tak mengingat tentang dirinya karena kejadian juga sudah lama, namun Fabian merasa bahagia dapat melihatnya lebih dekat dan mengenal lebih baik. Fabian pun tak kalah bahagia karena Tuhan memberikannya kesempatan untuk bisa menjaga. Terkadang cinta tak h

