Almira menghentikan langkah ketika melihat Nasha. Dadanya bergemuruh menyaksikan Nasha yang duduk seorang diri di depan jendela. Dia dan Alfa memang berencana untuk mencari tahu apa yang membuat Tante Weni marah kemarin. Jadi, hari ini mereka kembali ke rumah sakit. Alfa masih menemui dokter untuk menanyakan keadaan anak Nasha. Sementara Tante Weni tak terlihat di mana pun. Almira jadi ragu, masuk atau menunggu Alfa. “Mau berdiri di situ sampai kapan?” Suara Nasha membuyarkan pikiran Almira. Wanita itu tetap melihat ke luar jendela. Almira menghela napas sebelum masuk dan menghampirinya. “Bagaimana keadaan Mbak Nasha?” Nasha tersenyum kecut. “Kamu bertanya karena khawatir atau sekadar basa-basi?” “Kenapa Mbak selalu saja begitu?” “Maksud kamu?” Nasha menggeser kursi rodanya untu

