Telapak tangan Almira sudah terasa dingin sejak tadi. Dia tidak berhenti meremas kedua tangan. Ekor matanya melirik Alfa yang berjalan di samping. Pria itu terlihat sangat tenang, tidak ada kekhawatiran di wajahnya. "Jangan melihat Mas terus. Nanti jatuh cinta lagi, lho." Ucapan Alfa membuatnya mendapat hadiah cubitan di pinggang. "Sakit, Al. Hari ini kamu kejam sekali." "Habis Mas bikin aku jengkel." "Jengkel kenapa? Dari tadi Mas diam saja." Almira menarik lengan Alfa dan berhenti berjalan. Alfa ikut berhenti dan menoleh. Dia memperhatikan Almira yang terus memilin ujung jilbabnya. Alfa tersenyum, lalu meraih tangan sang istri. "Mas memang harus menghadapi ini dan Mas sudah siap. Mas akan menerima hukuman apa pun dari mereka." "Bagaimana," Almira menelan ludah sebelum meneruskan ka

