"Mas sedikit keterlaluan," protes Almira. Dia dan Alfa sedang melihat keadaan bayi Nasha setelah ketegangan yang diciptakan pria itu. "Keterlaluan bagaimana? Mas kan cuma bilang bersyukur anak Nasha tidak mirip dengan ayahnya," balas Alfa santai. Dia melongok kembali ke dalam ruangan bayi. "Tante Weni bisa curiga. Untungnya dia tidak meminta penjelasan." "Itu yang buat Mas kecewa," ujar Alfa. Dia membalikkan badan ke arah Almira. "Padahal tadi Mas sudah bersiap menjelaskan semuanya." Mulut Almira terbuka untuk mengatakan sesuatu, tetapi urung. Dia memilih menghindari tatapan Alfa. Suasana ini membuat serba salah. Hatinya berperang di dalam sana. Satu sisi menginginkan rencana Alfa cepat tercapai. Satu sisi lagi gelisah karena merasa tidak adil pada Nasha. "Tapi Mbak Nasha baru saja s

