“Kamu tidak bisa melakukan itu, Al,” kata Nasha dengan wajah serius. Almira mengerutkan kening. “Maksud Mbak?” “Jangan mengajukan pertanyaan tidak masuk akal seperti itu. Aku memang butuh pendamping, tapi bukan Alfa.” Almira memerhatikan kedua netra Nasha yang berkaca-kaca. Dia membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, tetapi Nasha menggeleng. Nasha meraih tangan Almira dan menggenggamnya erat. Selama ini, Nasha sudah sangat jahat. Dia tidak menyangka kalau Almira akan mengatakan sesuatu yang membuatnya bimbang seperti ini. Almira terlalu baik untuk diduakan. Selain itu, dia memiliki segalanya. Tidak ada alasan bagi Alfa memilih wanita lain. Almira sempurna di mata Nasha. Ternyata beginilah cara Allah membuka hati Nasha. Dia butuh celah untuk benar-benar menyadari kesalahan. Melalui sik

