Almira lagi-lagi menoleh pada gawai Nasha yang berdering. Ini sudah yang keenam kali. Benda itu menampilkan sederet angka baru. Tangan Almira terulur ke meja untuk menggapai, tetapi urung. Dia merasa tidak enak jika mengangkat panggilan tanpa izin. Setelah sunyi beberapa detik, gawai Nasha kembali membuat Almira geram. Almira memerhatikan nomor yang tertera di layar. Masih dari nomor yang sama. Dengan berbagai pertimbangan, dia meraih benda pipih itu dan menerima panggilan. “Halo,” sapa Almira. Sunyi. Tidak ada jawaban dari sang penelepon. Kening Almira berkerut. Dia menjauhkan gawai Nasha dari telinga dan melihat layarnya. Panggilan itu masih berlangsung. Kenapa tidak ada suara sama sekali? “Halo,” ulang Almira. “Maaf, siapa pun Anda, tolong jangan membuat pemilik handphone ini te

