Sempurna itu, ketika aku dan kau saling melindungi. —Bandara, pukul 11.00 WITA. NADINE'S POV "Kamu nggak berenang?" Aldric bertanya ketika aku tengah sibuk merapikan rambut. Aku menoleh menatap Aldric yang hanya mengenakan celana santai longgar selutut berwarna hitam dan kaus putih, kuberikan gelengan padanya. "Kamu aja, aku nemenin," ujarku. Aku kembali menatap cermin, mengecek lagi penampilan, atasan halter warna putih dan rok hitam selutut. Seketika aku menyadari bahwa aku dan Aldric matching pagi ini. Setelah yakin selesai, aku mendekati Aldric yang tengah duduk menatap televisi, kuambil handuknya, dan kameranya kukalungkan di leher. Ponsel dan dompet kami juga sudah aman di dalam tas selempang milikku. Aldric tersenyum, lalu berdiri. "Beneran gak berenang?" tanyanya lagi. "Hm. U

