Nanti, kalau Aa, Teteh, sama Judith udah dewasa, dan ketemu sama tulisan-tulisan ini, Mama sama Papa mau bilang, kita cinta kalian. Jadi anak baik ya, Sayang. Terbang tinggi, kejar cita-citanya. Kalau ada masalah, Mama disini. Siap 24 jam untuk dengar keluh kesah kalian. —Persimpangan Jalan Broadway dan Seventh Avenue, bersama musuh kecil dan pendukung-pendukungku.— Nadine's POV "Teteh, itu buat apa?" Kudengar tanya Judith ketika Bia memegang sesuatu berukuran lumayan besar. Mulutnya tampak semangat menelan pudding coklat. Beanie yang berada di kepala sudah terlepas, tergeletak di atas meja tempat kami makan. Rambutnya juga sudah dibuat bentuk cepolan, karya Aldric. Menyisakan sedikit anak-anak rambut. "Ini masker buat muka," jawab Bia tersenyum cerah. "Punya Teteh?" Ganti Aldric yan

