Kumpulan gedung tinggi Manhattan memang membuatku takjub. Tapi sebenarnya, aku lebih kerap takjub dengan senyum anak-anakku. Juga Papanya. —floor 86th, Empire State Building.— * Nadine's POV Menjelang malam, kami kembali berjelajah. Judith tampak semangat bersama Aldric. Ah, hatiku masih digulung oleh rasa tidak nyaman perihal Abi. Tapi, membahas itu sekarang juga tidak mungkin. Aku tidak akan merusak momen berharga ini dengan menyulut argumentasi. Nanti, setelah liburan berakhir, akan lebih baik jika aku membahasnya bersama Aldric dengan kepala dingin. "Mama, tadi Papa digodain sama perempuan lho." Aku yang sedang berjalan beriringan bersama Bia mengernyit menghadap Judith. Bungsuku tertawa, lalu memeletkan lidahnya pada Aldric. Aldric berhenti berjalan dan berbalik menatapku, "Cuma

