[45]

2525 Kata

Al, kita tua sama-sama, ya! —istri kamu yang manisnya kayak anggur.— * Nadine's POV "Mamah! Mamah, peyuk." Aku menatap gambar bergerak di layar televisi. Pengisi waktu di sela kesibukanku mengurus butik. Abirayyan. Jagoan tampanku. Dia tampak sibuk berlari menjauhi Aldric yang sedang memegang kamera. "Mamah! Adha monthel, Mah!" "Sini-sini peluk sama Mama." "Peyuk Mama!" Tawaku terbit. Menatap wajah menggemaskan di sana. Aku akui, aku rindu. Berharap bahwa aku bisa mengembalikan waktu dan kembali ke masa itu. Aku rindu kecerewetan Abi disana. Aku rindu saat ia sanggup berceloteh panjang lebar tidak mengenal lelah. Hingga pada akhirnya, Abi kini tertutup. "Adha ulal, melingkal-lingkal, di pagal lumah." Mataku panas. Mendengarkan Abi mengucapkan kalimat seperti itu dengan nada pat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN