Saat kau percaya padaku, maka akan kuberikan hidupku padamu. —Tertanda, lagi-lagi aku. NADINE'S POV Jantungku berdetak tidak karuan kala papa memberhentikan mobil di bagian depan rumah sakit. "Tungguin papa disana, jangan masuk duluan." Aku hanya mengangguk cepat, setelah itu keluar. Tanganku sedikit bergetar, dan mengepalkan tangan adalah salah satu cara terbaik yang dapat aku lakukan. Sesaat kemudian, papa datang dengan keadaan sedikit basah. Aku masuk sambil berlari kecil dan setelah itu membiarkan papa bertanya pada receptionist. Kendala pun tak dapat dielakkan karena pasien pada saat seperti ini sedang beristirahat dan akan sangat bijak bila tidak ada gangguan sedikitpun. "Pa—" ujarku bergetar. "Dia bakalan baik-baik ajakan, pa?" "Kamu harus tenang, Nad." Aku memilih berjongkok,

