[27] Butuh Kamu

2415 Kata

Bukan tanpa alasan aku membenci seseorang. Ketika dia dengan seenaknya membuat hidupku hancur dan melewati batas yang aku buat. Maka liatlah, aku tidak akan diam saja. —Pukul 19.45, saat aku mengira itu kau. NADINE'S POV Aku memasuki butik dengan langkah ringan. Disambut oleh para karyawan dan juga Reva membuat senyumku kian merekah. Tidak langsung menuju ruangan, aku memilih berbelok untuk mengecek kebersihan dan kerapian butik. Kepalaku menoleh ketika salah satu karyawati mengucapkan selamat datang dengan ramah pada sepasang tamu yang datang. Aku berjalan mendekati tamu tersebut sambil tersenyum. "Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" "Nadine, kan?" Wanita dengan rambut sepundak dan perut yang cukup besar tersebut bersuara lembut. Aku mengangguk. "Saya Cindy, temennya Azka, kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN