Bahagiaku sederhana. Ada aku ditemani kamu, dan dilengkapi dengan jagoan kita. -tertanda, perempuan kalian.- Nadine's POV Jantungku berdetak tidak karuan. Kulempar harapan setinggi mungkin terhadap benda kecil di depanku. Semalam, saat sibuk chatting dengan Kiya, perempuan itu bertanya apakah aku dan Aldric sudah berisi atau belum. Aku yang awalnya tidak ambil pusing perihal hal tersebut tiba-tiba saja penasaran. Sebab, ada beberapa hal yang membuatku curiga. Pertama karena mual yang aku rasakan, walaupun tidak sampai muntah karena masih sempat kutahan. Selanjutnya, terhadap perubahan pada bagian tertentu tubuhku. Entah hanya aku yang menyadarinya atau Aldric pun juga sadar, aku tidak tau. Karena Aldric tidak pernah membahas hal tersebut. Kemungkinan karena tidak ingin aku terbebani, m

