Jangan marah, aku sedih kalau kamu diemin aku. -tertanda, mamanya Abi.- Nadine's POV Ketika aku masih mengenakan seragam putih biru, ada satu impian dalam diriku untuk memiliki banyak teman. Tapi karena sikapku yang terlampau tertutup, aku tidak memiliki teman dekat. Maksudku, teman yang benar-benar akan mendengarkan cerita dan keluh kesahku. Terlebih karena bentuk meja belajarnya memang tunggal, letaknya pun cukup berjauhan satu sama lain. Karena memang isi murid di dalam kelas dibatasi. Teman-temanku hanya datang padaku ketika mereka membutuhkan jawaban mengenai sesuatu yang tidak mereka mengerti. Tidak jauh berbeda dengan Aqila sebenarnya, aku juga beberapa kali mendengar cibiran dari teman-teman tentang kebiasaanku pulang dengan kendaraan umum. Mereka berpikir kalau orang tuaku tid

