Cerita Cinta Waktu SMP bagian 2

1034 Kata
menuju kebawah lalu menuruni anak tangga. Aku lihat Bibi udh ada diruang tamu. " Bi ajarin ya buat surat" Kata ku merajuk. " Iya surat apa " Jawab nya. " Buat seseorang " Seru ku malu-malu " Waah lagi jatuh cinta ya, keponakan Bibi. " Canda nya. Aku tersenyum dan mencerita semuanya, Bibi tersenyum terus saat, Aku bercerita tentang yang ku alami. " Fik, kamu harus hati-hati dan pelan-pelan menghadapi nya, ya" Nasehat Bibi ku. " Iya Bi. " " Kamu mau kasih apa,malam ini dia Ultah " Tanya Bibi ku " G tahu.. " Jawab ku. " Ya udh yang penting kamu datang aja, itu udh cukup dan klu kamu berani tanya tentang semua itu " Sahut Bibi ku memberi semangat. Lalu di ciumnya pipi ku dengan gemas. Jam 18.30 wib Aku jemput Tini di rumahnya,ku lihat Tini udh siap-siap mau berangkat juga. Sesampai di teras rumah Tini " Assalamualaikum... " Aku memberi salam. " Waalaikum salam " Balas Tini. " Udh siap kah " Kata ku. " Udh donk " Sahutnya. Sebelum berangkat Aku izin pamit dengan Ibu nya Tini mau ke rumah teman yang ulang tahun. " Hati-hati dijalan ya nak Fik " Kata Ibunya Tini. " Iya Bu.." Aku dan Tini pun bergegas menuju rumah Mujenah. Malam ini sepertinya bersahabat bintang-bintang bertamburan dilangit yang berwarna biru cerah. Kira-kira hampir 10 meter dari rumah Mujenah,sayup-sayup alunan lagu Bonny M terdengar jelas. Di teras depan rumah Mujenah, ku lihat ada Anto, Usman,Rizal sedang asyik ngobrol. " Hai.. " Sapa ku ke mereka Tini yang ada disamping ku hanya tersenyum saat bertemu dengan mereka. " Aku masuk dulu ya " Kata ku pamit. Aku dan Tini langsung masuk ke dalam,ku perhatikan Mujenah sedang asyik ngobrol dengan Rianto. " Fik, Tini kesini " Sapa Eva dan Maria bersamaan yang duduk di pojok. Aku dan Tini hanya memberi isyarat lambaian tangan. Sebelum menghampiri Mujenah dan memberi selamat hari ulang tahun padanya, setelah itu Aku meninggal kan Tini didalam berkumpul dengan Eva serta Maria. Aku pergi ke depan teras rumah Mujenah, kumpul bersama Usman,Rizal dan Anto seperti masuk kedalam. Saat aku memberikan ucapan selamat ulang tahun Mujenah seperti dingin. Tapi bagi ku itu bukan sesuatu yang aneh,meski aku sedikit merasa kecewa. " Fik masuk kedalam donk " Celetuk Rizal " Disini sama aja Zal yang penting kan kita ada disini " Sahut ku. " Masuk lah Fik " Seru Usman. " Disini aja.. " Kata ku lagi. " Yang g mau masuk pulang aja,buat apa diluar " Kata Mujenah tiba-tiba dari depan pintu. Aku hanya bisa diam tak ingin menjawab lalu Aku pergi nongkrong di warung dekat rumah Mujenah. Pura-pura pesan minuman ringan. 20 menit Aku duduk diwarung itu dan kemudian Aku memberanikan diri untuk pamit pulang ke Mujenah. " Mu selamat ulang tahun ya,semoga panjang umur dan sehat selalu " Kata ku lagi memberi salam dan izin pamit pulang. Saat ku mengulurkan tangan ku tuk jabat tangannya. " Kenapa tadi diluar terus " Tanyanya dengan nada seperti kesal. " Saya lagi ngobrol sama Usman, Rizal itupun diteras rumah kamu, bukan diluar " Jawab ku. Membela diri " Klu menurut kamu harus pulang ya, Aku pulang.." Kata ku lagi. Tini melihat kejadian itu datang menghampiri,tuk membuat suasana seperti awal.Tapi Suasana udh berubah dan tak bisa di buat semula. " Tini ikut pulang g" Tanya ku pada Tini. " Iya ikut Fik " Seru Tini sambil menghampiri Mujenah dan minta izin pulang bareng Aku. Sekilas ku lihat Mujenah marah dan kesal dengan ku.semua itu nampak dari raut wajahnya. " Mu boleh Saya mau tanya sesuatu " Kata ku menghampiri nya lagi. Aku ngobrol berdua g jauh dari rumah nya.dan Tini masih menunggu diteras rumah Mujenah. " Mu, Saya mau tanya tentang sesuatu saat Saya tidak masuk Sekolah. Apa benar kamu berizin atau bilang Aku sakit dan cerita yang baik tentang aku " Tanya ku " Kata siapa..." Suaranya pelan. " Saya cuma mau tahu apa artinya aja Mu, jujur Saya suka kamu " Kata ku spontan sedikit gugup. " Aku g pernah begitu kho.." Jawab nya datar seolah-olah tak pernah melakukan itu. " Ya udh, g apa-apa, hanya ingin tahu aja benar apa tidak karena selama ini Saya simpan " Kata ku. " G pernah.. " Kata nya mengulang. Setelah itu Aku seperti tak ada pegangan berpijak, seperti kosong pikiran ku dan tak tahu lagi bertanya ke siapa. Bagi ku semua selesai tak ada teka- teki lagi yang ku dengar. Aku pulang lebih awal bersama Tini,sebelum acara selesai. Diperjalanan Aku hanya menahan rasa benci. Tini tahu apa yang Aku rasakan dalam perjalan pulang. " Yang Sabar Fik " Kata nya menghibur ku. " Biasa Tin..." Suara ku terdengar parau. Aku benar-benar terpuruk dan tak percaya, apa yang Aku dengar langsung dari mulut manis bibir Mujenah. Tini yang bersama ku diam tak bisa bicara lagi dengan ku.karena dia tahu yang sebenarnya terjadi dan cerita seutuhnya. Ujian Nasional sudah selesai dilaksanakan dan tinggal menunggu hasilnya. Sekolah pun membebaskan murid kelas 3 untuk hadir atau tidaknya disekolah. Sejak saat itu Aku tak ingin hadir di sekolah, Aku hanya hadir disekolah saat pengambilan Ijazah dan pengumuman lulus. Saat itu Untuk terakhir Aku melihat Mujenah dan Aku pun jumpa Tini disana. Aku pun cerita ke Tini bahwa Aku g akan pernah hadir dalam acara pun disekolah atau dikelas. Tini hanya bisa diam mendengar omongan ku. " Kamu g kangen ketemu, Aku, Eva, Maria dan Yuni.. " Tanya Tini. "kangen, tapi Aku udh janji dihati ku Tini" Kata ku menjelaskan. Dan janji itu Aku buktikan. Saat acara itu ada Aku tak pernah hadir diperpisahaan sekolah maupun perpisahan kelas, karena aku tak ingin melihat lagi orang-orang yang sudah melukai perasaan ku.Hanya Aku dari kelas 3B yang tak pernah hadir dalam acara semua itu. Tak ada kata ucap selamat atau apapun. Aku berjalan apa yang ada dalam pikiran ku dan Aku tak ingin membuat basa-basi dalam perjalan ku. 3 hari sudah masa itu berlalu, dengan modal Rp 5000. Aku berjualan koran pagi hari. Untuk menghilangkan rasa sakit. Ku lewati rumah Mujenah saat aku menjajahkan koran dari satu gang ke gang lainnya dan dari satu kampung ke kampung lainnya. " Koran... Koran... Koran... " Teriak lantang suara ku,setiap pagi sambil merasakan air mata sakit yang tak bisa turun dari mata. " Semua ini ku lakukan karena kamu g berani mengatakan jujur Mujenah " kata ku dalam hati Aku menjajahkan koran sampai cahaya mentari bersinar dan Aku lupa bahwa Aku pernah jatuh cinta meski hanya famorgana dalam kisah ku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN