Cerita Cinta Waktu SMP
Gerimis masih setia membasahi muka bumi dari semalam.Warna awan pun masih diselimuti pekatnya hitam yang belum berubah,tiupan angin masih terasa ditulang tubuh.
Terdengar sayup-sayup suara azan yang indah, memanggil kita tuk menjalankan perintahnya. Selesai menunaikan sholat subuh,aku siap-siap berangkat olahraga lari pagi ke Taman Surapati.
Gerimis sedikit mulai redah,diikuti warna awan mulai terang.Aku beranjak dari duduk menunggu, suasana pagi sedikit cerah. Langkah kaki ku mengikuti lorong gang kecil lalu melewati rel kereta api,sebelum sampai jalan raya. 500 meter jarak rumah ku kejalan raya. Ya anggap lah pemanasan sebelum memulai lari Pagi.
Selangkah demi selangkah ayunan langkah kaki berlari kecil, 2 km sudah ayunan kaki melewati jalan beraspal. Kucuran keringat mulai terasa membasahi tubuh.
Saat melewati jalan Saharjo,
sayup-sayup terdengar suara memanggil ku dari belakang
" Thaufik..."
Aku menoleh,seperti kenal suara itu.
"Mujenah kah.." Gumam dalam hati.
Aku tak menjawab,hanya memberi isyarat tangan sambil melanjutkan lari Pagi ku.Jarak ke Taman Surapati antara 9km - 10km, jarak yang ku tempuh dari terowongan Manggarai awal star sampai Taman Surapati. Sesampai disana 4 kali putaran Aku berlari kecil mengelilingi Taman dan jalan 2 kali putaran.
Saat jalan mengelilingi
Taman Surapati sekilas ku lihat dia sedang duduk istirahat didalam Taman. Ingin mendekati tapi ada rasa enggan meski dia teman kelas ku. Dikelas sering ku dengar dari teman -teman dia suka cerita tentang aku dan melakukan yang aneh menurut teman- teman,saat Aku tak masuk sekolah. Aku hanya bisa diam dan tak ingin menanyakan tentang hal itu, Aku hanya berpikir biasa aja, mungkin yang dia lakukan hanya rasa kagum. Memang dalam 2 tahun ini Aku selalu memenangkan lomba lari antar kelas di Sekolah,itu mungkin yang membuat dia cerita banyak tentang Aku. Jujur memang ada rasa yang aneh setiap bertemu dia,rasa yang tak pernah Aku miliki sebelumnya. Aku akui sejak naik kelas 3 Aku suka dan sering curi pandang, memperhatikan dia di Sekolah atau di kelas. 2 putaran sudah Aku jalan mengelilingi Taman Surapati dan Akupun bergegas balik pulang karena sinar matahari mulai menerangi pagi, meski masih ada awan hitam yang enggan pergi.
Jam 7.00 wib Aku baru sampai rumah dari olahraga lari Pagi.
Pagi ini Aku benar-benar merasakan sesuatu yang aneh untuk pertama kali ada didalam perasaan ku.
Pagi Jam 6.10 wib.Aku berangkat ke Sekolah,selalu melintasi rel kereta api.Jalan pintas yang selalu ku lewati saat pergi ke sekolah karena jalan itu lebih dekat.Di dalam stasiun kereta Aku jumpa lagi Mujenah yang sama-sama mau berangkat ke Sekolah,dia bersama temannya.perasaan aneh muncul lagi makin bertambah saat tatapan mata beradu pandang.dia tersenyum.
" Fik bareng " Sapa nya
" Iya... " Balas ku sambil menghentikan ayunan langkah kaki ku.Aku tersenyum datar saat dia menghampiri ku. Aku,Mujenah dan temannya lalu berjalan beringingan, tak ada kata lagi terucap hanya saling memperhatikan langkah demi langkah. Hanya ada rasa aneh yang membuat ku tak mengerti, buru-buru mempercepat langkah ku, di ikuti Mujenah dan temannya dibelakang.
" Fik aku beli pulpen dulu " Katanya Setibanya di pintu gerbang Sekolah,
lalu pergi ke warung depan sekolah.
" Iya.. " Sahut ku bergegas ke ruang kelas. setelah menaruh tas di meja belajar. Aku berniat ke kantin sedikit berlari dan hampir aja Aku tabrak Mujenah di pintu kelas,saat dia akan masuk kelas.
" Maaf... " Kata ku
" Aduuuh,kamu Fik " Teriaknya kaget
" Maaf Mu " Kata ku,lagi memohon.
Aku sempat memperhatikan raut wajahnya,polos tanpa polesan make up dan ke ibuannya begitu kental dalam raut wajahnya,lalu Aku bergegas pergi ke kantin. Selang berapa menit bunyi bel tanda upacara hari Senin segera di mulai. Bu Anisa Kepala Sekolah menjadi Komandan Upacara dan petugas Upacara hari ini dari kelas 2A.
Pelaksanaan Upacara hari Senin berjalan dengan hikmat,tak ada kendala sedikitpun dalam waktu kurang dari satu jam.
Pelajaran jam pertama di kelas 3B. Bahasa Indonesia. Ke 2 Agama. Ke 3 Ilmu Pengetahuan Sosial
" Pagi anak-anak ku..." Salam Bu Erna Guru Bahasa Indonesia.
" Pagi Bu..." Salam anak-anak Kelas 3B serentak.
" Bagaimana dengan liburnya kemarin..." Tanya Ibu Erna mengawali pelajaran Bahasa Indonesia.
" Tidur Bu... " Celetuk Usman yang duduk dibangku belakang.
Bu Erna tertawa kecil mendengar nya.
" Yang lain bagaimana..." Tanya Bu Erna lagi.
" Pacaran Bu yang punya pacar..." tiba-tiba Usman buka suara lagi
Sontak anak-anak gaduh dikelas.
" Jangan ribut kalau punya pacar ya ngaku,kalau tidak punya ya diam. Tapi saran Ibu jangan pacaran dulu karena masih SMP " Kata Bu Erna memberi saran dengan nada bercanda.
" Sekarang kalian buka buku Bahasa Indonesia, kamu baca lalu simak jalan cerita nya dan catatan kesimpulannya " Pinta Bu Erna duduk dibangku guru.
Suasana kelas hening, sekali-sekali Bu Erna melirik dan memperhatikan gerak-gerik anak kelas 3B.
" Fik..." Panggil Mujenah pelan.
" Ya..." Sahut ku kaget menoleh kesamping, kearah tempat duduknya.
Dia melempar secarik kertas ke arah ku,untung aku sigap menangkapnya.
" Aduuuh, hampir aja Bu Erna melihat " Gerutu ku.
Cepat-cepat aku masukan dalam tas,
sekilas Mujenah menatap ku. Perasaan aneh pun ada lagi dan untung kejadian tadi tak terlihat oleh Bu Erna.
" Siapa yang udh selesai.. " Tanya Bu Erna,sambil berdiri didepan meja. Satu-persatu anak-anak mengumpulkan soal jawab tadi di meja Bu Erna.
" Anto tolong bagi kan buku ini keteman-teman kamu " Seru Bu Erna memanggil Anto ke depan kelas.
Tak berselang lama.Anto memberikan buku-buku tadi.
Bunyi bell terdengar, ting...ting..ting suara besi yang pukul Pak Ahmad kuat-kuat tanda istirahat
" Selamat Istirahat anak-anak.. " Seru Bu Erna balik keruang kantor kepala sekolah.
" Fik, Kamu jawaban nya apa dari kesimpulan itu " Tanya teman-teman langsung menghampiri ku.
Aku hanya tersenyum melihat tingkah teman-teman kelas ku. Belum sempat Aku jawab pertanyaan teman-teman, suara Mujenah terdengar
" Fik tadi kamu baca g yang Aku lempar.." Tanyanya pelan dari tempat duduknya
" Belum,g sempat Mu " Sahut ku kaget dan merasakan gugup saat mata ku bertatapan dengan matanya.
" Ada yang mau beli g nih dagangan Saya " Seru ku. Menghilangkan kegugupan ku.
Sekilas dia tersenyum kecil melihat ku, lalu pergi keluar.
Aku dagang kecil-kecilan seperti keripik singkong pedas,kacang goreng asin dan manisan buah pala.
Aku jual saat jam istirahat dari pada Aku diam aja dikelas.
Didalam kelas hanya ada, Aku, Tini, Eva,Maria, Usman dan Irwan yang lain setia ke kantin Sekolah.
Posisi meja bangku belajar ku dikelas bersender dengan dinding kelas, baris ke 4.
" Fik beli keripik singkong pedas 4 bungkus ya.." kata Mujenah dari jendela samping kelas memberikan uang Rp 1000.
" Ini Mu.. " Ku sodorkan keripik singkong pedasnya.
" Fik kho tadi g kasih tahu kesimpulan ceritanya sih..." Tegurnya suara pelan.
" Saya g sempat baca kertas tadi " Sahut ku membela diri.
" Iya,Mu Dia pelit g mau kasih tahu jawabnya tadi " Suara Tini ikut nimbrung sambil menuju ke arah ku
" Payah.." Celetuk Mujenah di balik jendela kaca kelas.
Lebih baik Aku diam dari pada jawab omongan mereka berdua
" Oya.. Fik ada Manisan pala kering nya g" Tanya Tini..
" Ada Tin.." Kata ku
" Aku beli 4 donk... " Seru Tini memberikan uang Rp 2000.
"Ok.."
Ting...ting...ting.. Bell berbunyi tanda masuk kelas.
" Selamat siang anak-anak ku "
Salam Bu Aisyah saat masuk kelas 3B
" Siang Bu... " Salam anak-anak serentak.
"Seperti yang Ibu, bilang minggu kemarin,Hari ini kita akan praktek Sholat, anak-anak yang perempuan udh bawa Mukenah kan?" kata Bu Aisyah.
Mengawali pelajaran Agama.
" Udh Bu.. " Seru anak-anak perempuan.
" Ayo kita ke Musollah sekarang,klu udh siap " Ajak Bu Aisyah.
Satu - persatu anak kelas 3B memperaktekan cara sholat yang benar,berikut juga bacaan sholatnya.
Selesai pelajaran Praktek Sholat .
Bu Aisyah, masuk keruangan kelas 3B.
" Anak-anak 2 minggu lagi,Ujian Nasional sudah mulai. Ibu harap anak-anak menyiapkan diri dari sekarang,untuk ujian nanti " Bu Aisyah, memberi nasehat
anak-anak terdiam mendengar nasehat Bu Aisyah.
" Tadi Ibu lihat cara kalian sholat dan bacaan sholat nya udh bagus, harapan ibu dikerjakan sehari-hari saat sholat ya"
" Iya Bu.. " Serentak kata anak-anak kelas 3B.
Tak lama Bu Aisyah meninggal kan kelas.
Pelajaran terakhir Ilmu Pengetahuan Sosial.
Pak Irwan masuk kelas.
" Selamat Siang anak-anak " Salam Pak Irwan.
" Selamat Siang.. Pak.. " Salam.serentak anak-anak kelas 3B.
" Bagaimana dengan PR yang Bapak berikan minggu kemarin,udh selesai dikerjakan atau masih ada yang belum memgerjakan.. " Tanya Pak Irwan sambil berdiri dan memperhatikan anak-anak.
" Anto coba kamu yang kumpulkan bukannya teman kamu" Pinta Pak Irwan. Ke Anto yang sebagai ketua kelas.Anto beranjak dari tempat duduk langsung mengambil buku teman-temannya dari bangku ke bangku.
" Anto,sekalian kamu tulis ini dipapan tulis " Kata Pak Irwan,
Memberi kan buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk ditulis didepan.
Pak Irwan memeriksa satu-persatu buku anak-anak yang tadi dikumpulkan.
Aku sekilas menoleh ingin melihat wajah Mujenah,tiba-tiba menoleh kearah ku,tersenyum kecil, Aku membalas dengan senyuman datar bercampur rasa aneh yang selalu muncul.
Dia pun melempar lagi kertas ke arah ku. Aku kaget bukan main.
Hari ini 2 kali udh dia melempar kertas ke arah ku. Hanya Aku yang merasa takut ketahuan.
" Fik bareng ya pulang nya.." Ajaknya sambil menutup bibirnya dengan jari. Aku diam tak menjawab hanya mengangukkan kepala.
Tak lama bunyi bell pun terdengar. Aku keluar kelas lebih awal dan menunggu Mujenah didepan gerbang sekolah,sebentar - sebentar Aku menoleh kebelakang dia belum terlihat.
" Lama ya nunggu..." Sapanya sambil sentuh pundak ku.
" Eh.. Mu,ayo kita pulang.. " Ajak ku.
Akupun berjalan bersama dia meninggal kan gerbang sekolah, di perjalanan Aku sebagai pendengar setia dan banyak cerita yang ku lalui disaat pertama kali berjalan berdua.
Saat itu juga rasa aneh yang selalu ada mulai sedikit menghilang. Dia lebih banyak tanya tentang kebisaan ku berlari.
Sore suasana cerah,meski sedikit warna hitam yang masih setia enggan pergi dari awan yang mulai jenuh diselimuti.
Aku duduk diteras atas rumah ku.
Terlihat dengan jelas perbedaan atap rumah orang kaya dan miskin, dan jalan raya,rel kereta api pun terlihat jelas meski terasa kecil.
" Fik,turun... " Panggil Ibu ku.
" Ya Bu, " Aku bergegas ke bawah,
menuruni anak tangga.
Terlihat ada sosok seperti yang ku kenal duduk diruang tamu.
" Hai, Tin.." Sapa ku sedikit kaget Tini datang.
" Kaget ya.." Sahut Tini mesem.
" Iya lah kaget, kho kamu bisa tahu rumah ku dari siapa " Tanya ku, masih heran.
" Dari Tony yang tinggal di Rt 7 " Kata Tini
" Oh..."
" Dia kan teman kakak ku, tadi kesitu kasih kabar bahwa kakak ku Imam. masuk rumah sakit, lalu Aku tanya rumah kamu ke Dia" Kata Tini menjelaskan.
Tak lama Ibu ku datang membawa secangkir minuman untuk Tini. Lalu meletakkan ya di atas meja.
" Di minum dek tea nya " Kata Ibu ku.
" Iya Bu, terima kasih "
" Oya Tin rumah kamu di Gang Dempo sebelah mananya " Tanya ku
" Dekat Warung bubur Mbak Ija"
" Oh dekat situ... "
" Fik buat kelompok belajar yuck " Usul Tini.
" Boleh, tapi siapa-siapa..." Sahut ku.
" Nanti Aku tanya dulu ke anak-anak siapa yang mau.." Kata Tini
" Jangan banyak " Sahut ku.
" Iya.. " Seru Tini
" Ajak aja Mujenah sama Usman " Kata ku.
" Iya benar Fik,ajak mereka aja berdua. Oya berarti Eva, Maria sama Yuni kita ajak " Kata Tini
" Berarti udh cukup Tin dan tak usah tanya yang lainnya " Jawab ku.
" Ayo diminum dulu tea nya" Seru Ibu ku tiba-tiba lewat depan ku,melihat minumannya belum disentuh Tini.
Aku g nyangka meski sedikit tomboy enak juga ngobrol sama Tini,banyak sih yang bilang Tini orang nya sedikit pilih-pilih cari teman. Tapi bagi ku Tini asyik dan bisa di ajak tukar pikiran.
Sepulang Tini dari rumah ku.
Aku naik lagi keatas kamar tuk istirahat sejenak,sambil baring-baring. Ku setel lagu dari band favorit yaitu The Beatles....
Dan tak lupa ku ambil kertas dari Mujenah tadi Pagi,dari dalam tas.
" Fik besok malam datang ya ke rumah ku..." Isi tulisannya.
Ternyata dia mengundang Aku untuk datang besok malam.
Seperti biasa jam 6.20 wib, Aku siap-siap berangkat ke Sekolah dan berharap bisa ketemu lagi,baru berapa detik keluar dari pintu stasiun Manggarai.
" Fik tunggu.. " Teriak suara dari belakang.
Eh ternyata Mujenah berlari mengejar ku. Aku berhenti sejenak menunggu dia.
" Jam berapa Mu dari rumah " Tanya ku.
" Jam 6.20 wib.. " Sahut nya.
" Kamu sendiri g berdua, biasanya selalu berdua " Tanya ku lagi.
" Iya... Dia udh berangkat duluan Mu.." Katanya.
Aku, Mujenah menerus perjalanan ke Sekolah sambil ngobrol,hampir aja telat pintu gerbang sekolah mau ditutup.Aku sama Mujenah masuk ruang kelas bersamaan.
" Bareng nih yeee... " Celetuk Maria sambil mesam- mesem..
" Ya, Iya lah masa mau sendiri-sendiri sekarang " Timpal Yuni,ikut buka suara. Suasana kelas pun jadi riuh mendengar suara Maria dan Yuni.
Wajah ku terasa berubah hangat,
Mujenah mungkin merasakan hal yang sama.Aku langsung taruh tas di meja belajar,cepat -cepat bergegas keluar kelas. Ku lihat Mujenah langsung diam dikelas tak menghiraukan suara gosip anak-anak.
" Fik bareng donk kalau mau kekantin " Canda Yuni dari meja belajar nya.
Aku hanya bisa geleng-geleng kepala dan pura-pura tak mendengar suara Yuni,langsung kekantin.
Selesai pelajaran PMP dari Pak Irwan
Aku ajak Yuni,Maria, Eva kekantin saat jam istirahat. Aku mau tanya sama mereka apa benar Mujenah melakukan itu,saat Aku tak masuk Sekolah.
" Aku aja Fik yang ikut,mereka jangan di ajak " Seru Eva.
" Bertiga ikut.. " Kata ku
Suasana kantin memang selalu ramai, Mbak Wati yang dagang di kantin adalah tetangga ku dirumah, jadi bisa lah utang 3 mangkok bakso bayar di rumah.
" Kamu mau bakso atau somay " Tanya ku sesampai di kantin.
" Somay aja Fik " Sahut mereka bertiga.
Aku masuk kedalam kantin.
" Mbak Wati, somay 3 piring.. " Bisik ku ke Mbak Wati.
" Yuni, kesini sebentar deh " Panggil ku kedalam kantin.
Yuni pun masuk kedalam kantin.
" Yuni boleh tanya g tentang Mujenah, apa benar dia pernah bilang Aku sakit. Saat aku g masuk Sekolah " Selidik ku tanya Yuni.
" Iya benar,Aku dengar sendiri kho dia bilang seperti itu sama Anto. Saat kamu g masuk,malah dia bilang rumah kamu dekat sama dia "
Jawab Yuni
" Malah sering kho dia puji kamu Fik, anak-anak kelas kita semua tahu kho" Seru Maria tiba-tiba masuk juga kedalam kantin.
" Oh.. " Jawab ku
"Emang rumah kamu dekat ya,sama dia" Tanya Yuni penasaran.
" Makanya Aku mau tahu,kenapa dia melakukan itu.Rumah ku jauh dari rumah dia,Malah beda wilayah " Jawab ku.
" Oh gitu, berarti dia suka kamu tuh Fik.. " Seru Eva
Aku hanya diam tertegun mendengar omongan Eva seperti itu.
" Ini somay nya.. Fik " Kata Mbak Wati
" Kho lama amat Mbak, somay nya " Celetuk Eva g sabaran.
" Iya nih dibayarin aja protes " Timpal Maria.
Mbak Wati tertawa saja mendengarnya, apa lagi kalau Maria udh dikantin pasti riuh suasana.
Aku baru sadar mereka suka bercanda seperti itu dan mereka punya alasan tentunya. Jujur Aku pun suka Mujenah.
Cuaca malam ini sedikit cerah, ada bintang-bintang masih menerangi suasana malam.10 menit lagi Aku sampai dirumah Mujenah,lewati gang - gang yang terang dengan cahaya lampu. Dikejauhan Aku lihat dia asyik ngobrol dengan seseorang.
" Assalamualaikum... " Salam ku sesampai dirumah nya.
Jujur Aku merasakan lagi perasaan yang aneh ini,saat berhadapan dengan nya tapi mulai sedikit berkurang. Meski suara seperti terkunci dan bingung untuk memulai bicara.
Dia masih berdiri didepan rumah.
" Waalaikum salam.. " Balas Mujenah.
" Mu Aku pamit pulang ya " Kata teman nya tiba-tiba izin pamit, sambil memperhatikan ku.
Aku senyum kecil,saat temannya melihat ku.
" Iya..." Jawab Mujenah.
" Ayo Fik . " Kata teman nya permisi
" Iya mbak " Jawab ku.
" Masuk Fik... " Mujenah mempersilahkan Aku masuk.
" Kho sepi Mu,lagi pada pergi ya " Tanya ku, lalu duduk diruang tamu.
" Lagi di tetangga sebelah " Katanya sambil membuatkan minuman,lalu meletakkan di meja.
" Diminum Fik... " Seru nya sambil duduk dibangku sebelah.
" Iya... " Sahut ku.
" Sendiri Fik, g ajak Anto "
" G, tadi Aku kerumah Anto tapi dia nya pergi sama Rianto" Kata ku.
Ini untuk ke dua kali nya, Aku main kerumah Mujenah.
Aku bingung tapi lama-lama suasana jadi mencair ketika Mujenah tanya tentang lari pagi.
" Kamu setiap minggu bukan Fik lari pagi nya " Tanya dia
" Iya, kalau kamu setiap minggu juga "
Jawab ku sambil balik tanya.
" G, kalau lagi mau aja baru,lari pagi " Sahutnya
Aku hanya mesem-mesem,banyak juga yang ku obrol kan dengan Mujenah sampai niat Tini buat kelompok belajar, dia pun setuju dan siap gabung. Malam ini sangat berarti buat ku,bisa ngobrol dan bertemu dengan nya. Tapi aku belum berani menanyakan tentang yang ku dengar dari anak-anak, Aku takut Dia g mau mengakui nya. Mungkin nanti ada saat yang tepat, Aku pasti tanya semua itu.
Tak terasa malam pun kian larut, Aku pun minta izin pamit pulang.
" Mu Aku pamit pulang dulu ya, terima kasih udh dijamu sama kamu" Kata ku
" Iya Fik, hati-hati dijalan "
" Selamat malam,selamat tidur " Kata ku.
Dia tersenyum kecil lalu melambaikan tangannya,mengiringi langkah kaki ku pulang.
Ujian Nasional semakin dekat, semakin dekat juga akan berpisah dengan teman-teman sekolah.
Soal pekerjaan rumah pun dari guru,semakin rutin diberikan. Akupun setuju dan suka dengan ide Tini membuat kelompok belajar,biar semua pekerjaan rumah yang diberikan guru bisa dikerjakan bersama-sama.Di kelas ku udh terbentuk kelompok belajar. Sore ini di rumah Tini.
" Assalamualaikum... " Aku beri salam saat baru aja sampai dirumah Tini.
" Waalaikum salam.. " Balas Tini yang sedang berdiri diteras rumah nya.
" Belum ada yang datang ya Tin." Tanya ku.
Tak lama kemudian, Eva, Maria,Mujenah,dan Usman datang bersamaan hanya Yuni yang alpa hadir.
" Assalamualaikum... " Serentak memberi salam.
" Waalaikum salam.. " Jawab ku juga Tini membalas salam..
" Ayo masuk.. " Kata Tini.
Aku dan teman-teman masuk keruang tamu dan memulai membahas semua pekerjaan rumah yang diberikan saat dikelas.
Selesai sudah membahas pekerjaan rumah, hampir 1jam setengah memgerjakan PR bersama. Setengah jam lagi untuk tukar pikiran sambil menyantap makanan ringan..
" Kamu datang jam berapa Fik kesini" Tanya Usman.
" Jam 3 pas Aku sampai disini.. " Sahut ku.
" Kho kalian tumben datang bareng " Balik ku tanya.
" Tadi kita ketemu pas di Gang Dempo,jadi bareng deh kesini nya" Jawab Usman.
" Untuk besok di tempat siapa nih."
Tanya Eva.
" Ya dirumah kamu Va.." Sahut Mujenah
" Iya Va.." Kata Usman ikut nimbrung
" Di rumah Mujenah donk..Biar ada yang giat belajar nya.." Kata Maria memberi usulan,melirik ke arah ku.
Aku tahu maksud Maria,tapi Aku diam
" Besok hari ke 2 di rumah Eva.. " Kata Tini sebagai tuan rumah Hari ini.
" Ya udh..." Eva menyerah, karena kalah suara.
Sebelum bubar dan pulang kerumah masing- masing, kita mengadakan doa bersama.
" Fik kalau rumah kamu dimana " Tanya Mujenah saat diperjalanan pulang.
" Rumah Saya diseberang rel dekat Musollah " Sahut ku.
" Boleh mampir kan sekarang " Kata Mujenah tiba-tiba,membuat Aku benar-benar kaget.
" Iya Fik mampir dulu kerumah kamu" Timpal Eva
" Boleh kan " Minta Mujenah.
Akhirnya mereka mampir kerumah ku, yang kebetulan lagi sepi. Saat mereka diruang tamu, Aku pergi ke warung Mbak Wati pesan Somay dan es cendol.
" Mau di ruang tamu apa di atas di kamar ku " Tanya ku.
" Disini aja Fik.. " Sahut Usman.
" Fik ada rencana ke SMA apa kalau nanti lulus " Tanya Maria.
Setiba Aku dari warung Mbak Wati.
" Belum tau nih yang penting lulus aja dulu" Kata ku.
" Kalau kamu Mujenah mau ke SMA mana " Seru Eva.
" Belum tau.." Sahut nya.
Aku merasakan Mujenah selalu memperhatikan gerak-gerik ku. Aku sempat menangkap mata Mujenah saat melirik ku, dia hanya senyum saat ketahuan.
" Fik... " Suara Mbak Wati.
Mengantarkan pesanan ku tadi.
" Oh ada tuan putri ya.." Canda Mbak Wati,sambil meletakkan pesan ku di atas meja.Mereka tertawa kecil mendengar candaan Mbak Wati karena sudah kenal. Hampir 1 jam mereka mampir di rumah ku, bersendau gurau dan cerita akan kemana nanti dilanjut kan. 2 minggu lagi Ujian Nasional akan dilaksakan.
Waktupun cepat berlalu 3 tahun berkumpul dengan teman-teman disekolah dan akan berpisah tak lama lagi.
Mata pelajaran Matematika,hanya meninggal kan catatan,karena Bu Ratna berhalangan hadir.
Anto masih berdiri didepan papan tulis, mencatat soal-soal Matematika yang di beri kan Bu Ratna.
" To nyatatnya yang cepat.. " Teriak Usman
" Sabar... " Balas Anto teriak sambil menoleh kebelakang.
" Emang loe pikir g pegal tangan gue.." Hardik Anto lagi.
" Iya nih Usman cerewet kayak ibu-ibu.." Timpal Mujenah ikut komentar.
" Waaduh, Mu ikut juga komentar " Kata ku kaget dalam hati.
Yang lain pada diam fokus pada catatan masing- masing.
Ya begitu lah kelas 3B klu udh g ada guru gaduh.Selang beberapa menit Pak Yanto Wali kelas 3B masuk keruang kelas mengantikan sementara Bu Ratna,suasana langsung hening tak ada lagi celoteh anak-anak ke Anto..
"Anak-anak tolong jangan berisik" Pinta Pak Yanto.
Tak lama Anto selesai mencatat semua soal pekerjaan rumah dipapan tulis. Usai pelajaran Matematika.
Bu Maya Guru PKK masuk kelas.
Seperti yang udh di bilang minggu yang lalu, sekarang praktek pelajaran PKK. Memasak kelas 3B di bagi 4 kelompok. Aku ada dikelompok 4.dangan kepala group Tini.
Kelompok 1 ada. Irma. Usman. Maria.Rianto. Asep
Kelompok 2 ada. Anto. Yuni.Iwan. Dwi.Diana.
Kelompok 3 ada. Yusuf.Panji.April. Agus.Sari.
Kelompok 4 ada.Aku.Tini. Eva.Rizal.
Mujenah
Aku jadi ketua dikelompok 4.Aku g begitu kaget klu soal masak- memasak karena aku sering bantu ibu didapur.
" Fik, ini bahan-bahannya " Kata Tini menunjukan, bahan yang di beli Tini. Ada Ikan mas.Oncom.Lenca dan bahan sayur asam.
" Kita buat masakan apa nih Fik " Tanya Eva.
" Emang kamu bisa masak Fik" Timpal Mujenah.
Aku hanya mesem mendengar.
" Saya mau membuat masakan Sunda " Jawab ku
" Mu,Rizal, Saya minta tolong,coba kamu bersihkan ikan mas nya dulu ya " Pinta ku sama Mujenah dan Rizal
" Eva, Tini, Saya minta tolong kamu siapin bahan yang lainnya " Kata ku lagi
Setelah semua bumbu sudah jadi, baru satu-persatu Aku jadikan masakan.
" Fik kita masak apa nih " Tanya mereka berempat
" Pepes ikan mas,Pecak oncom lenca, Sayur Asam,Sambal tomat " Jawab ku
" Ooh... " Seru mereka serentak.
Ku lirik Mujenah memperhatikan,saat
Aku sedang memberikan bumbu pepes di ikan mas yang ada didaun pisang,lalu Aku melipat daun pisang itu.dimasukan didalam dandang.
Tini Eva,Rizal menyiapkan alat bila masakannya sudah matang. Hampir 1jam lebih masakan itu baru selesai.
Dan bersama itu pula waktu penilaian oleh Bu Maya serta guru lain,berikut kepala sekolah Bu Anisa
Kelompok 1 yang mulai dicoba masakannya.
" Menu apa yang dimasak " Tanya Bu Anisa.
" Ayam bumbu kecap.Sayur oyong. Mie goreng. Sambal mentah. Bu " Jawab Irma
" Ibu coba ya.. "
" Silahkan dicoba Bu.. " Kata Irma mempersilahkan, Bu Anisa mencoba.
Kelompok 2 dan kelompok 3 sudah di coba. Tinggal kelompok 4. Kelompok ku.
" Kelompok 4 masak apa nih.." Tanya Bu Anisa
" Ikan pepes emas. Sayur Asam. Pecak oncom lenca sama sambal tomat.Bu " Kata ku.
Semua masakan sudah dicoba oleh Guru-guru, begitu juga kepala sekolah. Mereka pun serentak memberi penilaian.
" Selamat siang anak-anak ku " Bu Maya memberi sambutan.
" Ibu akan umumkan nilai terbaik dari semua masakan dan kelompok mana yang terbaik..." Kata Bu Maya.
Anak-anak semua tegang, karena bagaimana pun semua berharap yang terbaik.
" Kelompok 4 yang mendapat nilai terbaik,dalam rasa masakan dan kerapihan.Kelompok 1 mendapat nilai ke 2 yang terbaik,rasa masakan, tapi sayang kerapihan masih sedikit kalah dengan kelompok 4. Nilai terbaik ke 3 dari kelompok 3 dan kelompok ke 2 menjadi menjadi juru kunci.. "
Anak-anak serentak riuh mendengar penilaian dari Bu Maya.
Kelompok Aku benar-benar heboh setelah mendengar penilaian dari Bu Maya, apa lagi Eva, Tini tak henti- hentinya bilang
" Hidup kelompok 4..." Teriak mereka berdua.
" Waah hebat kamu Fik,ternyata bisa masak " Kata mereka berempat
" Kan kalian juga yang bantu Saya, berarti kalian juga hebat" Jawab ku
" Sekarang giliran kalian mencoba masakan yang kalian buat "Bu Maya mempersilahkan semua group mencoba masakannya masing-masing.
" Tin, kho Mujenah g ada " Tanya ku
Saat semua berkumpul untuk mencoba masak yang tadi di masak.
" Mungkin ke toilet Fik " Timpal Eva
Rasa penasaran ku pun tiba-tiba muncul. Saat Aku hendak mencari Mujenah dimana. Ku lihat Dia lagi ngobrol dengan Rianto dekat toilet sekolah. Aku melihat itu sedikit ada perasaan aneh lagi yang muncul, ada rasa tak suka dan kesal.
Aku berusaha tenang dan berpikir positif. Tak lama Mujenah datang kekelas saat semua anak-anak sedang asyik makan.
" Ayo Mu coba dirasain masak tadi " Kata ku
" Aku masih kenyang " Jawabnya.
" Oh, ya udh.G apa-apa " Sahut ku sedikit kecewa.
Beberapa menit kemudian.
Ting... Ting.. Ting,seperti biasa Pak Ahmad pukul besi beberapa kali. Tanda istirahat.
" Fik kho Mujenah begitu sih " tanya Eva.
" Va tak usaha dibahas yang tadi ya biar aja, yang penting kita dapat nilai bagus " Sahut ku menenangkan Eva yang kesal lihat Mujenah.
" Ya Va..biar ada Mujenah seperti itu.mungkin Dia masih kenyang Va " Kata Tini..
Rizal hanya diam aja melihat rekan nya pada kesal dengan tingkah Mujenah.
Di jam istirahat,semua anak-anak 3B membersihkan, merapihkan meja dan bangku belajar seperti semula.
Dan mata pelajaran terakhir hari ini adalah Kesenian
2 jam sudah Bu Erni mengajarkan alat Musik tiup. Bersama itu pula Pak Ahmad memukul bel lagi tanda pulang Sekolah.
Dibubaran sekolah Aku tak melihat Mujenah.. Aku,Tini,Eva dan Usman selalu pulang bersama kalau Aku g ada urusan. Sesampai dalam stasiun kereta api baru kita berpencar, Aku dengan Tini satu arah, Eva dan Usman satu arah.
Siang ini udara benar-benar cerah, meski rasa panas sedikit melekat.
Sore ini sebenarnya Aku janji dengan Mujenah makan Mie Ayam 88 di Pasar Rumput dekat Bioskop Raya. Tapi batal karena kakaknya sakit.
Lalu ku ajak Tini makan di Warung Mie Ayam 88.
15 menit Aku udh tunggu Tini didepan rumah,tapi belum juga muncul. Sama-sama di kejauhan Tini senyam-senyum melihat ku berdiri diteras rumah.
Waah cantik juga Tini pikir ku,tanpa polesan make up sedikit pun. Beda saat disekolah penampilannya.
" Ayo kita jalan yuck.." Seru ku.
Akupun berjalan melangkah ke Pasar Rumput yang tak begitu jauh dengan rumah ku.
Warung Mie Ayam 88 tempat favorit ku makan Mie Ayam..
Sesampai disana Aku ambil tempat duduk di pojok.
" Tini pesan apa " Tanya ku.
" Aku bakso aja Fik.." Jawabnya.
" Bang, Mie ayam bakso 1. Bakso nya 1. Tea botol dingin 2 ya " Pesan ku.
" Fik... Itu Mujenah dipojok sama Rianto " Kata Tini sambil mencolek tangan ku.
" Aku udh lihat Tin, saat kita masuk " Kata ku dengan suara pelan.
" Kita pura-pura g tau aja Tin " Seru ku lagi.
Seperti nya Mujenah dan Rianto tak memperhatikan kalau Aku juga ada ditempat yang sama dan itu lebih bagus menurut ku.
Tak lama muncul Anto, Lusi mereka pun tak melihat Aku dengan Tini ada juga disana, lalu Anto, Lusi duduk bersama Mujenah dan Rianto. Aku memperhatikan itu dari kejauhan dan tempat duduk ku dan Tini memang sedikit terhalang dengan hiasan bunga.
Lusi teman rumahnya Mujenah meski satu sekolah tapi beda kelas. Aku tahu itu dari Mujenah saat berpapasan ketemu saat Sekolah.
Memang ada sedikit rasa kecewa melihat kejadian ini,tapi Aku harus tetap tenang karena Aku dan Mujenah belum jadi pacar. Meski Aku merasa ada rasa suka dengan dia.
" Fik kamu kesal ya" Tiba-tiba Tini bertanya seperti itu.
" Biasa aja Tin...biar aja " Kata ku.
" Tuh mereka berempat udh selesai makannya" Seru Tini yang ikut memperhatikan mereka.
" Tini boleh Aku tanya lagi " Kata ku.
" Tanya apa? " Sahut Tini
" Apa benar Mujenah suka cerita tentang aku dan memberi tahu ke Anto kalau Aku sakit atau izin saat aku g masuk Sekolah... "
" Iya memang benar, boleh tanya yang lain. Kan kamu udh dengar sendiri Irma apa Yuni bilang waktu itu " Seru Tini meyakinkan ku.
Aku hanya diam mencari arti dari apa yang Mujenah lakukan saat Aku tak disekolah
" Klu menurut kamu apa yang Mujenah lakukan selama ini artinya apa " Tanya ku.
" Dia suka kamu Fik dan semua teman dikelas bilang seperti itu " Jawab Tini.
" Anto dan Rianto bilang seperti itu juga g Tin.."
" Kalau mereka kayak pura-pura g tahu" Sahut Tini.
Aku diam Tini bilang seperti itu.
Senja pun mulai nampak memancar kan cahaya jingga yang diselimuti awan hitam.
Aku dan Tini beranjak pulang dari Warung Mie Ayam 88. Dengan ayunan langkah sama menuruni anak-anak tangga Pasar Rumput. Disamping jalan Aku berpisah dengan Tini sambil membawa cerita yang ada.
" Fik malam datang ya " Kata Mujenah menghampiri ku sambil membawa kartu undang.
Saat aku lagi melayani Maria membeli pala manis.
" Iya " Kata ku suara datar.
" Awas g datang " Ancam Mujenah.
Aku senyum datar mendengar kalimat Mujenah.
" Hai...jangan melamun " Tegur Tini tiba-tiba ada didepan ku.
" Siapa yang melamun " Sahut ku
" Ya kamu lah Fik, dari tadi Aku perhatikan kho " Seru Tini.
Aku menunjukan kartu undang dari Mujenah ke Tini.
" Oh dapat juga kamu Fik " Sahut nya
sambil tertawa kecil.
" Iya " Kata ku memasukkan kartu itu dalam tas.
Tiba-tiba suara Bu Anisa dari depan pintu kelas.
" Fik pala manis 6 paket ya, bawa ke kantor " Kata Bu Anisa.
" Iya Bu..." Jawab ku bergegas mengantar pesanan pala manisnya.
" Ada yang lagi resah nih " Celetuk Yuni sambil duduk diatas meja ku.
Saat aku hendak pergi keruang kantor kepala sekolah.
" Aku mau antar pesanan buat Bu Anisa dulu " Kata ku ke Yuni
Tak lama dari kantor sekolah, Ku lihat Mujenah duduk di bangku ku, melayani anak-anak yang beli dagangan ku.
" Aduuuh.. " Gumam ku geleng-geleng kepala.
" Dari mana Fik " Tanya Mujenah.
Saat sampai dimeja belajar ku.
"Dari ruang kantor kepala sekolah,antar pesanan Bu Anisa " Jawab ku.
" Ini Uang Aku Rp 1000, tadi ambil keripik pedas dan ini uang anak-anak Rp 4000 yang beli kacang goreng sama keripik " Sahut Mujenah
" Terima kasih Mu " Kata ku.
Mujenah pun beranjak dari tempat duduk ku,lalu ke tempat duduknya
" Fik besok bareng yuck lari pagi nya" Ajak Rizal tiba-tiba.
" Boleh.. " Kata ku.
Baru kali ini Rizal mau ngobrol dengan ku dikelas, biasa selalu nongkrong di warung depan sekolah.
Bell tanda masuk berbunyi. Anak-anak yang ada diluar kelas bergegas masuk kelas lagi.
Pelajaran terakhir di kelas 3B Bahasa Inggeris.
Pak Nanang seperti biasa, duduk sebentar dikelas, lalu beranjak ke ruang kantor kepala sekolah setelah memberi kan catatan ke pada Anto untuk di tulis dipapan tulis.
Banyak juga soal tanya jawab yang diberikan Pak Nanang hari ini.
Hampir 15 soal tanya jawab dan 1 soal menterjemahkan.
15 soal pertanyaan hari ini harus selesai dan 1 cerita yang harus diterjemahkan menjadi PR.
20 menit lagi pelajaran Bahasa Inggeris akan selesai, seperti biasa Pak Nanang masuk lagi kekelas.
" Bagaimana udh selesai semua " Kata Pak Nanang,saat masuk kelas.
" Yang sudah kumpulkan bukunya " Pinta Pak Nanang.
Pak Nanang mengkoreksi buku
" Anto tolong bagi kan buku " Kata Pak Nanang