Lilac 41

1211 Kata

Pemuda berambut ikat satu sepanjang punggung bernapas memburu setelah tuntas mengangkat batu-batu besar yang diambilnya dari tanah pijakan. Antek-antek Daren terdekat hampir semuanya tertimpa benda itu, atau terhajar sampai hancur lebur. Luke mengepal kuat kedua tangan sampai buku-buku jarinya memutih. Dia tidak bisa berhenti meminta maaf di dalam hati. Entah sebenarnya ia harus bersyukur atau justru mengutuk diri sendiri karena kekuatan yang dia miliki. Sihir misterius tiba-tiba mengalir di tubuhnya, bereaksi ketika berhadapan dengan dua penyusup di Ibukota. Semenjak itu, rasa penasaran begitu hebat muncul di benak. Membuat Luke diam-diam pergi ke tempat yang cukup jauh dari istana. Mengendap-ngendap agar tidak diketahui oleh penghuni kastil, maupun oleh Valmera sendiri. Seringnya dia m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN